INOVATIF: Prof Josaphat Tetuko Sri Sumantyo (kiri) saat menerima penghargaan Leprid dari Paulus Pangka. (ISTIMEWA)
INOVATIF: Prof Josaphat Tetuko Sri Sumantyo (kiri) saat menerima penghargaan Leprid dari Paulus Pangka. (ISTIMEWA)

SEMARANG – Indonesia memiliki banyak prestasi yang sudah diketahui dunia. Sayangnya, tidak semua prestasi tersebut diketahui masyarakat negeri sendiri. Salah satunya prestasi yang diraih Prof Josaphat Tetuko Sri Sumantyo, PhD. Pria yang akrab dipanggil Prof Josh ini adalah penemu radar satelit pengamatan bumi berbasis microwave remote sensing dan mobile satellite communications, dan penemu circularly polarized synthetic aperture radar untuk pesawat tanpa awak, pesawat berawak dan microsatellite.

Karya terbaru Prof Josh adalah Circulary Polarized Synthetic Aperture Radar (CP-SAR) sensor yang bisa dipasang pada pesawat tanpa awak (drone terbesar) bernama Josaphat Experimental Aircraft JX-1 dan microsatellite untuk monitoring permukaan bumi di masa depan. Sensor buatannya mampu menembus awan, kabut, asap, bahkan kelebatan hutan, serta tidak terganggu oleh pengaruh faraday rotation di lapisan ionosfer dan perubahan posisi platform satellite.