TERTUA: Kepala Dispendukcapil Kota Semarang Mardiyanto menunjukkan koleksi ruang arsip kepada Kepala Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan (Disnakertransduk) Jateng Wika Bintang, beberapa waktu lalu. (AHMAD FAISHOL/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TERTUA: Kepala Dispendukcapil Kota Semarang Mardiyanto menunjukkan koleksi ruang arsip kepada Kepala Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan (Disnakertransduk) Jateng Wika Bintang, beberapa waktu lalu. (AHMAD FAISHOL/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Semarang memiliki ’mutiara’ yang luar biasa. Meski tidak banyak masyarakat yang mengetahuinya, akan tetapi cukup terkenal di mancanegara. Seperti apa?

AHMAD FAISHOL

SEKILAS memang tidak ada yang spesial ketika berkunjung di Kantor Dispendukcapil Kota Semarang. Namun saat ditelusuri ke dalam, ternyata kantor yang berlokasi di Jalan Kanguru Raya, Gayamsari ini memiliki ruang arsip tempat penyimpanan segala macam dokumen pencatatan sipil warga Kota Semarang yang sangat istimewa. Kenapa istimewa? Karena dokumen yang tersimpan sangat lengkap. Bahkan, ruang arsip ini masih menyimpan dokumen zaman Pangeran Diponegoro.

”Ya, dokumen yang paling tertua keluaran tahun 1825 zaman Diponegoro. Sehingga kami harus hati-hati dalam membuka dan menutupnya. Mudah-mudahan ini menjadi satu-satunya yang ada,” ungkap Kepala Bidang Data dan Dokumen Kependudukan Dispendukcapil Kota Semarang, Indra Budi Tjahyono kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Karena tersimpan dokumen-dokumen yang sangat lama, Indra mengaku sangat hati-hati dalam memeliharanya. Di samping membutuhkan tempat yang khusus, juga harus dipastikan bebas lembab, dan jauh dari serangan rayap. Ia rutin memasang kapur barus dan melakukan fumigasi. Yakni, menyuntikkan cairan di bawah tanah, sehingga unsur serangga tidak mengganggu. ”Alhamdulillah efektif, aman, dan bebas dari rayap,” akunya.