CEK KESIAPAN: Sejumlah petinggi Pemkab Kendal melakukan pengecekan sarana dan prasarana untuk menghadapi bencana. (kanan) BPBD Demak mendirikan posko siaga banjir dan menyiapkan mobil MCK dan toilet. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
CEK KESIAPAN: Sejumlah petinggi Pemkab Kendal melakukan pengecekan sarana dan prasarana untuk menghadapi bencana. (kanan) BPBD Demak mendirikan posko siaga banjir dan menyiapkan mobil MCK dan toilet. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL – Curah hujan yang tinggi beberapa hari ini, membuat Kendal siap siaga menghadapi bencana alam, di antaranya bencana banjir maupun tanah longsor. Pihak Pemerintah Kabupaten Kendal melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) siap siaga membantu warga jika sewaktu-waktu bencana alam terjadi.

Plt Kepala BPBD Kendal, Slamet, mengatakan, jika pihaknya telah mempersiapkan segala peralatan untuk menghadapi jika terjadi bencana alam di Kabupaten Kendal berupa pengecekan peralatan secara rutin. Di antaranya gergaji, tenda, alat untuk memecah beton, peralatan dapur umum hingga bantuan logistik.

“Sebanyak 40 petugas setiap hari disiagakan dengan dibantu dari TNI, Polri, dan relawan jika bencana alam terjadi,” katanya usai Apel Siaga Bencana Menghadapi Musim Hujan 2015 di Alun-alun Kendal, kemarin.

Menurut dia, sebanyak 62 desa di daerah Kendal bagian atas seperti Kecamatan Limbangan, Singorojo, Patean, Sukorejo, Plantungan dan Pageruyung masuk zona rawan terjadinya tanah longsor. Sementara 68 desa di Kendal bawah, yakni di Kecamatan Kendal, Patebon, Cepiring, Rowosari, dan Brangsong masuk zona daerah rawan banjir.