Kapal Nelayan Dihantam Ombak, 2 Selamat, 2 Hilang

255

perahu cebur

SEMARANG – Cuaca ekstrem di Laut Jawa kembali menelan korban. Setelah Zaenudin, 17, pemancing yang hilang tergulung ombak di Pantai Tirang Tugu, kali ini dua nelayan juga dikabarkan hilang akibat dihantam ombak. Korban pertama adalah Muntahar, 50, warga Karangaji RT 21 RW 3 Kecamatan Kedung, Jepara. Hingga kemarin, tim SAR Semarang bersama tim gabungan masih melakukan pencarian.

”Korban melaut sejak Rabu (16/12) lalu menggunakan perahu kayu tanpa navigasi,” kata Humas Basarnas Semarang, Zulhawary Agustianto, kepada Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (18/12).

Diceritakan, awalnya Muntahar berlayar bersama anaknya, Munthabiin, 30. Di tengah laut mereka dihantam ombak besar. Keduanya sempat terdampar hingga Perairan Semarang. Menyadari tersasar, Kamis (17/12) pagi, mereka bermaksud pulang dengan berbalik arah menuju Perairan Jepara.

”Namun dalam perjalanan, mereka kembali dihantam ombak besar di Perairan Demak sekitar pukul 07.00. Akibatnya, perahu mereka terbalik. Keduanya tercebur ke laut,” terangnya.

Munthabiin selamat setelah berhasil terapung di atas jeriken yang berhasil diraihnya. Ia dalam kondisi mengapung akhirnya terdampar di pantai Desa Menco, Demak. Sedangkan ayahnya, Muntahar, diketahui hilang. ”Kami setelah menerima laporan langsung melakukan pencarian menggunakan perahu karet,” ujarnya.

Titik penyisiran pertama dilakukan mulai perairan wilayah Menco Demak. Tim SAR gabungan dengan Pos Jepara masih terus melakukan pencarian terhadap korban. ”Pergantian musim tahun ini menimbulkan cuaca ekstrem, banyak laporan kecelakaan laut. Ombak di laut mencapai ketinggian 3 meter,” katanya.

Tidak hanya itu, pihaknya juga menerima laporan kecelakaan laut di tempat terpisah, yakni dua warga Dukuh Tawang Rejo RT 6 RW 2 Desa Clering, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, mengalami kecelakaan yang sama. Keduanya terhantam ombak di Perairan Clering Tayu Pati, Kamis (17/12) malam. Satu korban ditemukan selamat bernama Giyarto. Sedangkan satu korban bernama Giyono hingga kemarin masih hilang.

”Kami masih menerjunkan tim untuk terus melakukan pencarian,” ujarnya. (amu/aro/ce1)