Simpan Surat Suara, KPU Diduga Langgar Aturan

Alex-Sae Terbanyak, 73.946 Suara

125

PEKALONGAN-Diduga menyimpan Surat Suara (SS), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pekalongan dituding melanggar aturan oleh Panitia Pengawas (Panwas) Kota Pakalongan. Temuan tersebut disampaikan dalam Rapat Pleno Terbuka rekapitulasi surat suara dari masing-masing kecamatan di Kota Pekalongan, Kamis (17/12) kemarin.

Ketua Panwalu Kota Pekalongan, Sugiharto mengatakan bahwa sebelumnya dalam pencoblosan Panwas TPS banyak menemukan kekurangan surat suara.

“Saat pelaksanaan, kami banyak menemukan kekurangan surat suara. Dan akhirnya dipenuhi KPU dengan mengambilkan surat suara yang disimpan,” jelasnya.

Padahal, katanya, surat suara yang rusak atau kelebihan surat suara seharusnya tidak disimpan melainkan harus dimusnahkan. Untuk itu, KPU telah melanggar PKPU nomor 6 tahun 2015 terkait aturan surat suara.

Untuk itu, kata Sugiarto, Panwas akan segera memanggil semua komisioner KPU untuk meminta klarifikasi. “Kami akan segera memanggil komisioner KPU, untuk diminati klarifikasi. Dan selanjutnya dikaji apakah penyimpanan surat suara tersebut termasuk pelanggaran kode etik atau tidak,” terangnya.

Ditambahkan pula, khusus surat suara dalam pelaksanaan pencoblosan, dari 551 TPS yang ada, ada 9 TPS yang kekurang surat suara. Total kekurangannya mencapai 548 lembar. Namun, kekurangan tersebut langsung diganti oleh KPU sehingga tercukupi semua. “Pelaksanaan pencoblosan, kami akui sukses. Namun ada catatan terkait kekurangan surat suara tersebut,” tegasnya.

Sementara itu, dalam Rapat Pleno Terbuka tersebut, tidak ada saksi yang keberatan dengan hasil rekapitulasi KPU tersebut. Semua pihak berkenan menandatangi berita acara. Hasilnya, pasangan nomor urut 1 Alf Arslan Djunaid-Saelany Machfudz (Alex-Sae) berhasil mengumpulkan suara terbanyak dari dua pasangan lainnya. Yakni sebanyak 73.946 suara. Disusul pasangan calon (Paslon) nomor urut tiga, Dwi Heri Wibawa-Tulis Sutarip Widodo sebanyak 60.095 dan terakhir paslon nomor urut dua, Abdul Hakam Naja-Nur Chasanah sebanyak 24.325 suara.

Ketua KPU Kota Pekalongan, Basir menjelaskan bahwa pada rapat pleno terbuka tersebut, diketahui baik hasil rekap di tingkat kecamatan maupun tingkat Kota Pekalongan, tidak ada yang keberatan dari saksi maupun dari Panwas setempat. “Tadi cuma ada catatan dari Panwas terkait kekurangan surat suara saat pencoblosan,” jelasnya.

Basir menambahkan, pasca rapat pleno hari ini, apabila tidak ada gugatan dalam kurun waktu 3 hari atau 3×24 jam, maka KPU akan menggelar penetapan paslon terpilih. Terkait dugaan pelanggaran, pihaknya siap menerima panggilan dari Panwas dan akan mempertanggungjawabkan terkait penyimpanan surat suara tersebut. (han/ida)