Namun demikian, hingga saat ini masih terdapat kendala, khususnya dalam pembangunan transmisi. Di antaranya terkait pembebasan tanah. Padahal, transimisi sangat dibutuhkan untuk penyaluran listrik. “Fungsi transmisi ini sebagai penyalur. Kalau pembangkitnya sudah berdiri tapi listriknya tidak bisa disalurkan ya tidak bisa juga,” ujarnya.

General Manager PT Indonesia Power Unit Pembangkitan Semarang, Tarwaji menambahkan, PLTGU Tambak Lorok Semarang akan menambah satu blok dengan kapasitas sebesar 700 MW. PLTGU yang rencananya mulai dibangun pada triwulan kedua tahun 2016 mendatang ini akan menggunakan teknologi yang lebih modern dibanding sebelumnya. Menurutnya, dengan teknologi yang lebih modern, efisiensinya jauh lebih tinggi, sehingga lebih hemat untuk bahan bakar.

Penambahan ketersedian listrik ini, lanjut Sumaryadi, diyakini akan memenuhi baik kebutuhan rumah tangga maupun industri. Sehingga dapat mendorong kemajuan ekonomi. “Listrik ini juga bagian dari infrastruktur. Kalau listrik kita kuat, otomatis investor akan datang,” tandasnya. (dna/smu)