UNGARAN–Peringatan Natal 2015 dan perayaan Tahun Baru 2016 disinyalir ada potensi gangguan keamanan dan ketertiban dari kelompok radikal yang berafiliasi dengan kelompok teroris asal Timur Tengah, yakni Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Sehingga pengamanan perayaan Natal dan Tahun Baru 2016 di Kabupaten Semarang harus ekstra ketat.

Kepala Kejari Ambarawa, Said Muhammad dalam rapat koordinasi Ekuinda menyambut Natal dan Tahun Baru di komplek Setda Kabupaten Semarang, Kamis (17/12) kemarin menyampaikan, pihaknya mendapat edaran dari Jaksa Agung Muda Intel yang berisi informasi tentang aktivitas ISIS mengincar momen Natal dan Tahun Baru.

Said berharap aparat Polri dan TNI di Kabupaten Semarang meningkatkan pengamanan untuk menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat saat perayaan Natal dan Tahun Baru. “Sekalipun di sini tidak ada ISIS, namun perlu meningkatkan kewaspadaan. Terutama pengamanan di gereja-geraja di Kabupaten Semarang saat misa Natal berlangsung,” ungkapnya.

Selain itu, Said juga mengingatkan bahwa instansi terkait juga perlu mengantispasi maraknya peredaran daging celeng dan ayam tiren di masa perayaan Natal dan Tahun Baru. Sebab biasanya ada distribusi daging celeng ke pulau Jawa setiap ada perayaan Lebaran, Natal dan Tahun Baru.

Said mengatakan, peredaran daging celeng dan ayam tiren tersebut sangat merugikan masyarakat. “Biasanya daging celeng dari Bengkulu. Saya tahu, karena saya pernah tugas di sana. Biasanya didistribusikan ke Jawa saat Lebaran, Natal dan Tahun Baru. Dari pengalamannya bertugas di sejumlah daerah di luar Jawa, konsumsi daging celeng juga bisa memicu konflik antarkelompok masyarakat,” imbuhnya.

Sementara itu, Kabag Ops Polres Semarang Kompol Sulistyo mengatakan, pihaknya sudah melakukan ploting personel untuk pengamanan di gereja dan pusat keramaian di masa Natal dan Tahun Baru. Personel yang akan diterjunkan sebanyak 550 personel untuk menjaga dan mensterilisasi gereja dari gangguan keamanan.

“Sebelum misa Natal atau doa Tahun Baru, kami akan sterilisasi dulu sehingga gereja tersebut dipastikan aman. Itu sudah menjadi program prioritas kami untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat,” kata dia.

Bahkan pihaknya sudah mulai menggelar kegiatan razia di empat zona yang menjadi akses keluar-masuk wilayah Kabupaten Semarang. Selanjutnya akan dilakukan gelar Operasi Lilin Candi. “Itu merupakan bagian dari kegiatan cipta kondisi agar aman,” imbuhnya.

Penjabat (Pj) Bupati Semarang, Sujarwanto Dwiatmoko menambahkan bahwa pihaknya juga sudah menginstruksikan Dinas Peternakan dan Perikanan untuk meningkatkan pemeriksaan lalu lintas pengiriman daging ternak. Selain itu, meminta Dinas Koperasi, UMKM dan Perindag bersama jajaran Ketahanan Pangan serta Bagian Perekonomian Setda untuk turun ke pasar mengawasi aktivitas perdagangan daging dan makanan lainnya. “Kalau nanti dalam pengawasan ada temuan, ya tentunya segera dilakukan penanganan secara cepat dan sebaik-baiknya,” pungkasnya. (tyo/ida)