SIAPKAN MUSYWIL: Dari kiri; Djoko S, Tafsir, dan Ari Anshori menjelaskan tentang mekanisme pemilihan Ketua PWM Jateng periode 2015-2020, kemarin. (AHMAD FAISHOL/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SIAPKAN MUSYWIL: Dari kiri; Djoko S, Tafsir, dan Ari Anshori menjelaskan tentang mekanisme pemilihan Ketua PWM Jateng periode 2015-2020, kemarin. (AHMAD FAISHOL/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Sebanyak 39 kader Muhammadiyah di Jawa Tengah dinyatakan memenuhi syarat menjadi calon tetap Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah periode 2015-2020. Mereka akan bersaing memperebutkan jabatan Ketua dan Sekretaris dalam Musyawarah Wilayah (Musywil) Muhammadiyah Jawa Tengah ke-47 yang dilaksanakan di Kudus, 18-20 Desember 2015.

Ketua Panitia pemilihan Ari Anshori mengatakan, sebelumnya ditetapkan 50 calon sementara dari 132 calon yang diusulkan masing-masing Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) dari 35 kabupaten/kota. Berdasarkan hasil Musyawarah Pimpinan Wilayah (Musypimwil) dijadikan calon tetap sebanyak 39 calon. ”Dari jumlah itu, akan dipilih 13 anggota yang akan menentukan ketua dan sekretarisnya,” ujarnya dalam konferensi pers di Gedung Muhammadiyah Jateng, Jalan Singosari Semarang, Kamis (17/12).

Berbeda dengan pemilihan biasanya, lanjut Ari, ketua dipilih tidak berdasarkan suara terbanyak. Namun berdasarkan musyawarah mufakat di antara 13 anggota terpilih. Bagi ketua terpilih nantinya akan diminta memberikan sambutan terkait kesediaannya memimpin Muhammadiyah di Jateng dalam lima tahun mendatang. ”Jika (yang bersangkutan) tidak bersedia, maka dilakukan musyawarah lagi sehingga terpilih Ketua yang baru,” terang dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) itu.