Sehari Biasa Cicipi hingga 215 Sampel Kopi

Lebih Dekat dengan Adi Taroepratjeka, Instruktur Pencicip Kopi Semarang

235
PEKA: Adi Taroepratjeka, satu-satunya instruktur pencicip kopi di Indonesia. (NURUL PRATIDINA/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PEKA: Adi Taroepratjeka, satu-satunya instruktur pencicip kopi di Indonesia. (NURUL PRATIDINA/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PEKA: Adi Taroepratjeka, satu-satunya instruktur pencicip kopi di Indonesia. (NURUL PRATIDINA/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PEKA: Adi Taroepratjeka, satu-satunya instruktur pencicip kopi di Indonesia. (NURUL PRATIDINA/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Ada yang bilang Q-Grader atau pencicip kopi adalah orang yang paling rewel kalau untuk urusan kopi. Namun begitu, makin banyak yang berminat untuk mendapatkan predikat tersebut. Seperti apa?

NURUL PRATIDINA

LEMBUT. Satu kata yang menggambarkan Holstein. Racikan susu putih dipadu dengan kopi yang diseduh melalui teknik cold brew. Ya, teknik menyeduh kopi dengan air bersuhu ruangan kemudian didiamkan selama 18 jam ini mengurangi rasa pahit dan asam. Kopi lantas dicampur ke dalam dua per tiga gelas susu putih.

”Tiap orang punya selera rasa yang berbeda. Ada yang suka kopi pahit dan kental. Ada juga yang suka manis dan lebih lembut. Karena itu, kami juga sajikan racikan berbeda dengan teknik yang beragam,” ujar konsultan kopi dan pelatihan Q-Grader, Adi W Taroepratjeka, saat ditemui di Seven Café and Bistro, baru-baru ini.

Berbagai variasi hasil racikan kopi yang disajikannya ini bisa dibilang butuh perjalanan panjang. Ya, pria kelahiran Bandung ini mulai jatuh cinta pada kopi saat ia mengikuti pertukaran pelajar di Amerika Serikat pada 1992.