Program KB Masyarakat Pesisir Belum Optimal

185
TEKAN PERTUMBUHAN : BKKBN pusat melakukan sosialisasi kepada masyarakat di Desa Pidodo Kulon Kecamatan Patebon. (ADENNYAR WYCAKSONO / JAWA POS RADAR SEMARANG)
TEKAN PERTUMBUHAN : BKKBN pusat melakukan sosialisasi kepada masyarakat di Desa Pidodo Kulon Kecamatan Patebon. (ADENNYAR WYCAKSONO / JAWA POS RADAR SEMARANG)
TEKAN PERTUMBUHAN : BKKBN pusat melakukan sosialisasi kepada masyarakat di Desa Pidodo Kulon Kecamatan Patebon. (ADENNYAR WYCAKSONO / JAWA POS RADAR SEMARANG)
TEKAN PERTUMBUHAN : BKKBN pusat melakukan sosialisasi kepada masyarakat di Desa Pidodo Kulon Kecamatan Patebon. (ADENNYAR WYCAKSONO / JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL – Pertumbuhan penduduk masyarakat pesisir di Kabupaten Kendal tidak terkontrol. Kondisi itu membuktikan peran Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) belum maksimal. Ditambah pemahaman masyarakat mengenai program kependudukan dan keluarga berencana (KKB) juga masih kurang.

Menurut, Kasubdit Kersertaan KB Jalur Wilayah 8, Sasaran Khusus BKKBN, E Setiorini, 60 persen masyarakat Kendal secara keseluruhan termasuk wilayah pesisir masih belum tergarap program KKB secara maksimal. “Masyarakat pesisir biasanya memiliki anak lebih dari dua, kurangnya sosialiasi terhadap program KKB menyebabkan adanya ledakan penduduk,” katanya saat Safari Pelaynan KB, bersama Kementrian Kelautan dan Perikanan di Desa Pidodo Kulon, Kecamatan Patebon, kemarin.

Dia menegaskan, program KB di kalangan masyarakat pesisir masih sangar rendah. Agar program KB bisa terlaksana dengan baik, pihak BKKBN menggandeng Kementrian Perikanan dan Kelautan. “Dengan adanya kerjasama ini, pelayanan program KB akan lebih mudah khususnya bagi masyarakat pesisir,” tuturnya.