MENGELUH: Warga Pasaranyar, Kauman Kidul yang terdampak langsung pembangunan tol Semarang-Solo. (JPNN)
MENGELUH: Warga Pasaranyar, Kauman Kidul yang terdampak langsung pembangunan tol Semarang-Solo. (JPNN)
MENGELUH: Warga Pasaranyar, Kauman Kidul yang terdampak langsung pembangunan tol Semarang-Solo. (JPNN)
MENGELUH: Warga Pasaranyar, Kauman Kidul yang terdampak langsung pembangunan tol Semarang-Solo. (JPNN)

SALATIGA- Warga RT 02 RW 01 Dukuh Pasaranyar, Kelurahan Kauman Kidul, Kota Salatiga yang terkena dampak langsung pembangunan jalan tol Semarang-Solo telah mendapatkan kompensasi dari pihak penggarap jalan bebas hambatan tersebut. Hanya saja, kompensasi itu tidak diberikan kepada orang per orang, melainkan kepada pihak Rukun Tetangga (RT). Besar kompensasi Rp 10 juta.

Salah seorang warga Dukuh Pasaranyar, Supreh, 45, membenarkan jika ada kompensasi untuk RT sebesar Rp 10 juta. Menurut dia, nilai itu masih terlalu kecil bila dibandingkan dengan dampak yang dirasakan warga terdampak tol.

“Kami memang berterimakasih, ada perhatian karena diberi kompensasi. Namun kompensasi itu kurang, karena di RT 02 ada sekitar 80 kepala keluarga (KK). Maka akhirnya diputuskan untuk dimasukkan ke kas RT,” ujarnya.

Warga Pasaranyar lainnya, Eko, 40, mengaku, di RT 02 RW 01, merupakan kawasan permukiman yang paling dekat dengan konsentrasi pembangunan jalan tol di Kauman Kidul dan sekitarnya. Karena sejumlah alat berat dan puluhan truk setiap harinya lalu lalang di kawasan itu.