TUMPENGAN: Ketua Dharma Wanita Demak Sri Darwati bersama Asisten II Windu Sunardi memotong tumpeng dalam HUT ke-16 kemarin. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)
TUMPENGAN: Ketua Dharma Wanita Demak Sri Darwati bersama Asisten II Windu Sunardi memotong tumpeng dalam HUT ke-16 kemarin. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)
TUMPENGAN: Ketua Dharma Wanita Demak Sri Darwati bersama Asisten II Windu Sunardi memotong tumpeng dalam HUT ke-16 kemarin. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)
TUMPENGAN: Ketua Dharma Wanita Demak Sri Darwati bersama Asisten II Windu Sunardi memotong tumpeng dalam HUT ke-16 kemarin. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)

DEMAK- Etika merupakan cermin budaya dan moralitas manusia. Sebab, etika seseorang juga menunjukkan identitas. Demikian mengemuka dalam seminar disela peringatan HUT Dhrama Wanita ke-16 yang berlangsung di ruang Bina Praja, kemarin.

Kegiatan yang mengusung tema peningkatan kualitas hidup perempuan menuju ketahanan keluarga tersebut menghadirkan langsung narasumber utama Tuti Srihadi Mhum, trainer service excellence dari Semarang.

Tuti mengatakan, etika merupakan ketrampilan manusia yang berupa tata cara atau aturan dalam pergaulan, baik resmi maupun biasa. “Ini bisa dipelajari dan dikembangkan. Sebab, etika menunjukkan identitas seseorang,” katanya.

Menurutnya, orang yang tidak mengindahkan etika berarti tidak peduli dengan harga dirinya. “Orang dihargai bukan karena siapa dia. Namun, karena bagaimana dia,” ujar Tuti yang juga instruktur komunikasi tersebut.