Terkendala Biaya, Pedagang Enggan Pindah

254
BELUM OPTIMAL : Sejumlah pedagang dan pekerja tengah membangun kios dalam pasar. Masih banyak pedagang yang enggan pindah karena terbentur biaya pembuatan kios. (ADENNYAR WYCAKSONO / JAWA POS RADAR SEMARANG)
BELUM OPTIMAL : Sejumlah pedagang dan pekerja tengah membangun kios dalam pasar. Masih banyak pedagang yang enggan pindah karena terbentur biaya pembuatan kios. (ADENNYAR WYCAKSONO / JAWA POS RADAR SEMARANG)
BELUM OPTIMAL : Sejumlah pedagang dan pekerja tengah membangun kios dalam pasar. Masih banyak pedagang yang enggan pindah karena terbentur biaya pembuatan kios. (ADENNYAR WYCAKSONO / JAWA POS RADAR SEMARANG)
BELUM OPTIMAL : Sejumlah pedagang dan pekerja tengah membangun kios dalam pasar. Masih banyak pedagang yang enggan pindah karena terbentur biaya pembuatan kios. (ADENNYAR WYCAKSONO / JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL – Proses pembangunan pasar Kendal yang dilakukan pada bulan Agustus lalu kini telah rampung. Namun hingga kini sejumlah pedagang belum mau pindah ke dalam pasar yang pembangunannya menelan anggaran Rp 1,7 miliar itu. Pemkab Kendal melalui Dinas terkait pun memberi batas waktu kepada pedagang untuk menempati pasar, hari ini (15/12).

Kepala UPTD Pasar Kendal, Setiyono mengakui jika belum semua pedagang menempati los pasar yang telah selesai dibangun. Sebagian pedagang masih nekat berjualan di dekat terminal yang lahannya milik Dinas Perhubungan. “Memang saat dibangun mereka ditempatkan di terminal, saya harap pedagang bisa cepat masuk ke dalam pasar,” katanya kemarin.
Proses pembangunan pasar yakni melakukan peninggian pondasi, karena selama ini sering dilanda banjir saat musim hujan. Kondisi tersebut membuat aktivitas jual beli menjadi terganggu dan tidak nyaman.
“Setelah ditinggikan mereka wajib masuk ke dalam pasar. Pertengahan bulan nanti adalah batas akhir para pedagang pindah,” tukasnya.