Program Bagus, Incumbent Menang

245

SEMARANG – Terpilihnya kembali para calon kepala daerah petahana dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) di 21 kabupaten/kota di Jawa Tengah menjadi fenomena tersendiri. Setidaknya ada 12 pasangan calon incumbent yang dinyatakan unggul sementara dalam perhitungan yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Pengamat politik dan pemerintahan dari Universitas Diponegoro Semarang, Teguh Yuwono menilai, ada beberapa kondisi dominan sehingga pasangan calon incumbent menang di sebagian besar daerah di Jawa Tengah. Faktor popularitas menjadi kunci utama karena telah memiliki jaringan yang lebih luas.

”Calon incumbent memiliki peta kekuatan yang mengakar sampai di tingkat bawah. Bahkan ada sebagian kalangan birokrasi yang ikut mewarnai proses itu,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Adapun faktor kedua, lanjut Teguh, petahana memiliki akses yang lebih besar secara politis, ekonomis, dan sosial budaya terhadap masyarakat. Di samping itu, juga memiliki kemampuan menata sumber daya manusia yang ada di pemerintahan daerah untuk kepentingan tertentu. ”Itulah mengapa saya katakan kalau incumbent maju, ia memiliki satu langkah lebih maju,” imbuhnya.

Kendati demikian, dua faktor tersebut tidak lantas menjamin calon incumbent pasti menang. Program yang bagus dan prestasi yang baik sangat menentukan apakah mereka dipercaya kembali memimpin daerah tersebut atau bukan. ”Misalnya di Kabupaten Kendal dan Demak justru incumbent kalah,” terang pengajar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) itu.

Teguh menengarai, selain tidak memenuhi beberapa faktor yang telah disebutkan, calon imcumbent yang kalah dikarenakan tidak menyadari bahwa program-programnya tidak membela kepentingan rakyat. Selain itu, masyarakat juga telah jenuh dengan kepemimpinan yang ada. ”Misalnya di Kendal, hampir sebagian besar infrastruktur jalan rusak. Ini yang menjadikan masyarakat tidak memilihnya kembali,” tandasnya.

Disinggung mengenai minimnya regenerasi calon pemimpin, Teguh menyatakan kurang sependapat. Calon incumbent yang maju lagi dikarenakan ada regulasi yang mengaturnya. Menurut dia, dengan majunya kembali petahana dapat menyempurnakan program-program yang dinilai berhasil. ”Misalnya di Kota Semarang, Solo, Sukoharjo, dan Boyolali. Pemimpinnya cukup bagus dan memiliki pengalaman memimpin yang luar biasa,” tambahnya.