Partisipasi Masyarakat Kendal 67,42 Persen

241

KENDAL – Partisipasi masyarakat pada Pilkada Kendal, 9 Desember lalu masih di bawah target yang ditetapkan KPUD Kendal. Dari target 77,5 persen, hanya 67,42 persen warga yang berpartisipasi dalam pilkada kemarin.

Divisi Hukum, Pengawasan, Pencalonan, dan Kampanye, KPUD Kendal, Syukron Adin, saat dihubungi Jawa Pos Radar Semarang mengakui jumlah pemilih yang menggunakan suara dalam Pilkada Kendal kemarin memang masih rendah. Menurut dirinya, tingginya angka golput terjadi bukan hanya di Kendal. “Kalau yang sesuai target adalah KPUD Boyolali, yang tingkatnya sampai 77,5 persen. Kendal memang masih sangat kecil pertisipasinya,” katanya.

Dari data yang ada, lanjut Syukron, tingkat partisipasi pemilih terbesar ada di Kecamatan Boja, dari jumlah pemilih sebanyak 56.223 orang, terdapat 37.276 orang yang menggunakan hak pilih, atau ada selisih 18.947 orang yang tidak menggunakan haknya alias golput.

“ Untuk partisipasi pemilih tersedikit ada di Kecamatan Pageruyung yakni dari jumlah pemilih sebesar 27.788, orang, hanya ada 20.140 orang yang menggunakan hak pilihnya, atau ada selisih 7.648 orang golput,” jelasnya.

Tepisah, Divisi Sosialiasi dan Pencalonan KPUD Kendal, Hevi Indah Oktaria, mengatakan KPUD Kendal telah melakukan berbagai upaya berupa sosialiasi guna meningkatkan partisipasi pemilih di Kabupaten Kendal. “ Kami telah melakukan kegiatan sosialisasi Pilkada lewat berbagai media massa, lembaga kemasyarakatan, maupun Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) untuk meningkatkan partisipasi masyarakat,” katanya.

Hevi menambahkan, untuk meningkatkan partisipasi politik, telah dilakukan KPUD Kendal jauh-jauh hari sebelum adanya pemilihan kepala daerah, pemilihan legislatif, pemiliham presiden ataupun pemilihan gubernur. “Perlu adanya kegiatan pendidikan politik, baik yang dilakukan pemerintah maupun KPU. Namun selama ini, tidak pernah dianggarkan untuk kegiatan pendidikan politik bagi masyarakat,” tukasnya. (den/zal)