KENDAL – Pertumbuhan ekonomi dalam rumah tangga perlu mendapatkan perhatian. Agar berjalan dengan baik, masyarakat dianjurkan melakukan investasi untuk pengelolaan dan perencanaan keuangan di masa depan.

Penulis buku berjudul ‘Mengelola dan Merencanakan Keuangan Pribadi dan Keluarga’, Taufik Hidayat dalam sebuah seminar yang diselenggarakan PT Pegadian Cabang Semarang mengatakan, perlunya merencanakan investasi di bank ataupun lembaga keuangan lainnya dalam sebuah rumah tangga. Hal ini bertujuan agar manajemen keuangan dan pertumbujan ekonomi warga semakin maju dan bisa berjalan dengan baik. “Edukasi tentang pentingnya perencanaan harus diberikan kepada masyarakat luas, tujuannya untuk mewujudkan masa depan lebih baik di dalam keluarga,” tuturnya.

Walaupun menyarankan untuk melakukan investasi, dirinya juga berpesan kepada masyarakat agar berhati-hati. Hal ini dikarenakan merebaknya kasus investasi bodong yang ada di tengah masyarakat. “Investasi harus dilakukan di lembaga keuangan yang mendapatkan pengakuan dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Baik di sektor keuangan, properti, maupun investasi emas,” tambahnya.

Dari berbagai macam jenis investasi yang ada saat ini, menurutnya, investasi berupa emas lebih menguntungkan dibandikan investasi lainnya. Investasi emas sendiri punya kelebihan yakni tidak begitu terpengaruh inflasi, punya nilai intrinsik atau sama harganya di mana pun, dan bisa dilakukan untuk bertransaksi di mana pun. “Kalau mau investasi, lebih bagus investasi emas. Apalagi harga emas cenderung stabil dibangdikan investasi lainnya, modalnya pun tidak cukup besar,” katanya.

Sementara itu Pemimpin Cabang PT Pegadaian Area Semarang, Muhammad Ariyadi Purwanto, menjelaskan konsep seminar dan sosialiasi yang dilakukan adalah untuk edukasi kepada masyarakat. “Masyarakat harus pintar memilih investasi, apalagi investasi emas bisa dilakukan di Pegadian,” jelasnya.

Pegadaian sendiri punya program investasi emas misalnya dengan kredit emas melalui program mulia, program pembelian tunai, yakni Galeri 24. Selain itu, juga terdapat sistem konsinyasi, yaitu menjual emas melalui pegadaian, dengan pembagian sepertiga untuk peserta, dan dua pertiga untuk Pegadaian. “ Sistem Konsinyasi seperti orang beli emas, saat hendak dijual, kami carikan pembelinya. Namun setelah itu, mereka mendapatkan emas kembali, minimal tiga kali, untuk jangka waktu yang tiga bulan,” pungkasnya. (den/zal)