DEMAK – Hasil Pilkada Demak belum ditetapkan. Namun konflik di tubuh pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati yang kalah sudah mulai terjadi. Dinilai kurang maksimal dalam Pilkada Demak lalu, calon Bupati Demak nomor urut 3, Harwanto, kemarin (14/12) diminta pertanggungjawabannya soal dana kampanye oleh tim suksesnya. Pasalnya, selama masa kampanye pilkada lalu, total dana yang sudah dikeluarkan tim sukses (timses) pasangan Harwanto-Maskuri (Harum) ini mencapai Rp 3,689 miliar lebih.

Konflik di internal tim pemenangan pasangan Harum tersebut bergulir ketika pasangan ini mengalami kekalahan dalam Pilkada Demak 9 Desember lalu, di mana mereka menduduki posisi buncit atau posisi ketiga. Hal inilah yang akhirnya memunculkan tuntutan ganti rugi kepada Harwanto, yang seharusnya turut bertanggung jawab atas kekalahan tersebut.

Informasi yang diperoleh JPNN, tuntutan tersebut muncul karena Harwanto tidak mampu melaksanakan kesepakatan yang dibuat sebelumnya bersama tim sukses dari partai pengusung. Adapun kesepakatan ini terkait dengan kesiapan dana untuk pemenangan paslon yang diusung Partai Gerindra, PAN, dan Demokrat ini.

”Kami sebelumnya sudah sepakat bahwa untuk dana terkait kampanye akan ditanggung partai (Gerindra). Sedangkan dana untuk hari coblosan akan disiapkan oleh Pak Harwanto,” ujar salah satu timses Harum yang enggan ditulis namanya.

Akan tetapi, saat menjelang hari H pemilihan, Harwanto dianggap tidak konsisten dengan kesepakatan yang sudah dibuat. Dari sinilah, akhirnya timses Harum dari Partai Gerindra menuntut Harwanto untuk mengembalikan biaya operasional yang sudah mereka keluarkan selama masa kampanye.

Sebelumnya, pihak timses sudah mendatangi rumah Harwanto pada Sabtu (12/12) lalu untuk meminta pertanggungjawaban yang bersangkutan. Namun karena tidak ada kata sepakat, pertemuan dilanjutkan pada Senin (14/12) kemarin, dan berlangsung tertutup di Mapolsek Karangawen. Adapun sebagai penengah adalah Kapolsek Karangawen AKP M. Kholil, dan dihadiri oleh Harwanto, cawabup Maskuri didampingi sejumlah anggota DPRD dari Fraksi Gerindra, yakni Marwan, Ali Subkhan, Mu’ti Kholil dan Muntohar.