MALAM KEAKRABAN: Sigit Ibnugroho dan Agus Sutyoso saat tasyakuran bersama tim pemenangan Pilwalkot 2015, belum lama ini. (Ajie Mahendra/Jawa Pos Radar Semarang)
MALAM KEAKRABAN: Sigit Ibnugroho dan Agus Sutyoso saat tasyakuran bersama tim pemenangan Pilwalkot 2015, belum lama ini. (Ajie Mahendra/Jawa Pos Radar Semarang)
MALAM KEAKRABAN: Sigit Ibnugroho dan Agus Sutyoso saat tasyakuran bersama tim pemenangan Pilwalkot 2015, belum lama ini. (Ajie Mahendra/Jawa Pos Radar Semarang)
MALAM KEAKRABAN: Sigit Ibnugroho dan Agus Sutyoso saat tasyakuran bersama tim pemenangan Pilwalkot 2015, belum lama ini. (Ajie Mahendra/Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG – Meski belum dipercaya memimpin Kota Semarang, pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang Sigit Ibnugroho-Agus Sutyoso (Sibagus) tetap punya semangat untuk menyukseskan pembangunan Kota Semarang. Di hadapan sekitar 200 orang dari tim sukses dan relawan, Sabtu (12/12) malam kemarin, Sigit membakar spirit agar tidak nglokro. Baginya, sebagai masyarakat, tetap punya kewajiban untuk mendorong kemajuan kota.

Pada kesempatan itu, Sigit menunjukan ke depan publik tentang sikap kedewasaan dalam berpolitik. Salahsatu sikap yang patut dijadikan panutan politikus lain yakni menerima hasil perhitungan suara yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) secara legowo, serta tetap memberikan ungkapan terima kasih atas kerja keras yang dilakukan oleh tim pemenangan dengan menggelar hiburan rakyat.

“Mari bersama kita dukung dan sukseskan pembangunan Kota Semarang bersama Wali Kota terpilih. Hal ini perlu kita lakukan karena seperti saat kampanye kita ingin membangun Kota Semarang yang Bermartabat,” tuturnya.

Membangun kota, lanjut Sigit, bukan berarti harus menjadi pemimpin dahulu. Setiap lapisan masyarakat punya porsi sendiri untuk mengabdi kepada negara. Tidak saja mengajak menyukseskan pembangunan, Sigit yang hadir bersama Agus Sutyoso dan sejumlah Ketua partai dan tim sukses juga mempersembahkan hiburan musik dangdut yang mendatangkan lima biduan. Bahkan Sigit dan tim juga memerbolehkan pendukung untuk bergoyang hingga akhir pertunjukan. (amh/zal)