Koordinator acara, Sekti Wibowo mengakui bahwa acara tersebut sebenarnya akan diagendakan pada 9 Desember kemarin dengan konsep acara in door (dalam ruangan), hanya saja karena bertepatan dengan Pemilukada serentak akhirnya disepakati panitia diundur.

”Panitia juga memindahkan acaranya di CFD karena sekaligus kampanye hari anti korupsi,”kata Sekti yang juga Pengurus KOMPAK Jateng ini.

Menurutnya kepedulian masyarakat harus ditumbuhkan karena tanpa masyarakat pemerintah tidak mungkin akan bersih.”Masyarakat jangan sampai jenggah, muak apalagi malas dalam mengawal kasus korupsi dan yang perlu dikawal bukan hanya pelakunya tapi juga Aparat Penegak Hukum (APH),”tandasnya.

Terpisah, Plt Koordinator PKY Jateng, Ferry Fernandes mengatakan, kegiatan tersebut sebagai momentum pentingnya peran serta masyarakat dalam mendukung pemberantasan perkara tindak pidana korupsi di Jateng. “Tanpa peran serta masyarakat tidak mungkin korupsi dapat diberantas. Kami sebagai lembaga pengawas hakim juga ingin turut menyadarkan masyarakat pentingnya memberantas kasus korupsi,”kata Ferry didampingi asistenya, M Farhan, Arta Ully dan Bahrul Fawaid.

Selain pohon harapan, kegitan yang dipelopori Penghubung Komisi Yudisial (PKY) Jateng dibantu Komunitas Pemerhati Korupsi (KOMPAK) Jateng, Sahabat KY dan Gerakan Pemuda Nusantara (GPN) Kota Semarang, juga menyuguhkan pagelaran musik kerakyatan, musikalisasi puisi, orasi kampanye hari anti korupsi, stand up comedy, foto booth, bagi kalender, pameran foto dan poster anti korupsi karya warga Jateng. (jks/zal)