MENANG : Pasangan nomor urut dua, Mirna Annisa-Masrur Masykur berhasil memenangkan Pilkada Kendal 2015. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MENANG : Pasangan nomor urut dua, Mirna Annisa-Masrur Masykur berhasil memenangkan Pilkada Kendal 2015. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MENANG : Pasangan nomor urut dua, Mirna Annisa-Masrur Masykur berhasil memenangkan Pilkada Kendal 2015. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MENANG : Pasangan nomor urut dua, Mirna Annisa-Masrur Masykur berhasil memenangkan Pilkada Kendal 2015. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL—Memperoleh kemenangan di Pilkada Kendal 2015, pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Kendal 2015, Mirna Annisa-Masrur Masykur diterpa isu kurang mengenakkan. Yakni tentang maraknya isu percaloan jual beli jabatan yang mengatasnamakan keluarga Mirna maupun Masrur di kalangan pemerintahan.

Ketua Tim Pemenangan Manis-Bersyukur, Miftareza Noto Prayitno mengakui jika dirinya mendapatkan laporan dari beberapa relawan akan adanya jual-beli jabatan kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). “Jadi, ada orang yang datang ke rumah-rumah ataupun kantor kepala dinas dengan tujuan untuk meminta uang agar jabatannya aman,” tuturnya.

Lebih mengejutkan lagi, oknum yang tidak ia sebut namanya itu mengatasnamakan orang suruhan dari keluarga Mirna. Yakni dengan mengaku utusan dari Irjen Pol (Purn) Zaenal Abidin Ishak yang tidak lain adalah ayahanda Mirna. Selain itu, membawa-bawa nama suami dan kakak kandung Mirna.