Sebelumnya, Kasareskrim Polres Semarang, AKP Herman Sophian mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait dugaan kasus penggelapan uang yang dilakukan SY. Polisi masih mengumpulkan barang bukti berupa keterangan saksi dan catatan keuangan yang dilakukan komite sekolah.

“Laporannya sudah masuk dan kami masih melakukan penyelidikan terkait masalah itu. Sejumlah saksi-saksi akan kami mintai keterangan, termasuk pihak SDN Induk Ungaran. Kami juga akan menyelidiki apakah pungutan itu dibenarkan atau tidak,” ungkapnya.

Untuk diketahui, Komite SD Negeri 01 Ungaran melakukan pungutan terhadap wali murid untuk membangun gedung ekstrakurikuler. Namun uang pungutan yang terkumpul sebanyak Rp 105.450.000 tersebut, kini tidak jelas keberadaannya. Diduga, uang tersebut ditilap salah seorang pengurus komite sekolah. Bahkan dalam rapat dengan wali murid sempat terjadi keributan, salah seorang anggota Komite Sekolah memukul wali murid, Arif Hermawan, 41, warga perumahan Sidosari Town House, Ungaran yang kala itu meminta kejelasan terkait uang pungutan tersebut. (tyo/ida)