UNGARAN-Kasus dugaan penggelapan dana pembangunan gedung di SDN 01 Ungaran atau biasa disebut SDN Induk, oleh salah seorang anggota Komite Sekolah, SY, menjadi sorotan sejumlah pihak. Apalagi penyelesaian masalah tersebut seakan-akan jalan di tempat.

Kini, sejumlah pihak mendesak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dinas P dan K) Kabupaten Semarang dan pihak kepolisian segera bertindak. Harapannya, dana sebesar Rp 105.450.000 dapat dikembalikan.

“Saya khawatir SY malah kabur. Apalagi anaknya sebentar lagi lulus. Kalau tidak segera ditangani, SY bisa kabur, lalu uangnya yang dibawa dia bagaimana,” tutur salah seorang wali murid yang keberatan namanya dikorankan karena takut komentarnya dapat berimbas kepada anaknya yang masih sekolah di SDN 01 Ungaran.

Sedangkan wali murid lainnya, Bambang Munthoha, 50, mengatakan, hingga saat ini belum ada penjelasan secara tertulis maupun lisan dari pihak Komite Sekolah, selaku pengumpul dana pembangunan sekolah. Bambang berharap permasalahan ini dapat diselesaikan dengan baik. Sebab dana tersebut sangat dibutuhkan untuk pembangunan gedung ekstrakurikuler sekolah.

“Pernah kami minta kejelasan pada Komite Sekolah difasilitasi oleh Kepala SDN, tapi tidak ada kejelasan. Beberapa kali dihubungi, tidak ada respon,” kata Bambang.

Sementara itu Sekjen Aliansi Indonesia Kabupaten Semarang, Joko Margito, meminta pihak SDN 01 Ungaran dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Semarang bertanggung jawab atas penyelewengan sumbangan dana dari wali murid untuk pembangunan gedung SD tersebut. Sebab keberadaan Komite Sekolah termasuk kegiatan yang dilakukan para pengurusnya sudah seharusnya diketahui oleh pihak sekolah.

“Dinas P dan K semestinya segera mengusut tuntas masalah ini. Kenapa bisa ada pungutan dan uangnya justru dibawa kabur anggota Komite Sekolah? Harusnya sekolah tahu kerja komite seperti apa, kenapa sampai kecolongan seperti ini,” tutur Joko saat dihubungi via telepon, Minggu malam (13/12) kemarin.

Joko juga mendesak Polres Semarang untuk segera menindaklanjuti laporan wali murid terkait kasus dugaan penggelapan uang dan kasus penganiayaannya. Jika penyidik Polres Semarang tidak segera bertindak, dikhawatirkan barang bukti maupun pelakunya kabur. Apalagi saat ini SY sangat sulit dihubungi. “Ini jelas kejahatan. Jadi harus segera dilakukan proses hukum. Kepolisian semestinya harus segera bertindak melakukan penyelidikan,” tandasnya.