Polisi Penodong Dikurung 7 Hari

171

SALATIGA -Terkait dengan dugaan penodongan pistol ke warga yang dilakukan anggota Satuan Sabhara Polres Salatiga Bripda Yoshua beberapa waktu lalu, akhirnya yang bersangkutan dijatuhi sanksi kurungan penjara selama tujuh hari dan terkena penundaan pangkat selama satu periode. Sanksi tersebut dijatuhkan dalam sidang disiplin dan kode etik yang digelar Kamis (10/12) sore.

Pimpinan sidang menyatakan, yang bersangkutan melanggar pasal 3 huruf G dan pasal 3 huruf H PP Nomor 2 Tahun 2003. Vonis tersebut dijatuhkan berdasarkan sejumlah pertimbangan. Antara lain hal-hal yang meringankan dan memberatkan terperiksa.

Kapolres Salatiga AKBP Yudho Hermanto menjelaskan, dalam persidangan, selain menghadirkan Bripda Yoshua selaku terperiksa, pimpinan sidang juga menghadirkan empat orang saksi. Keempat orang saksi tersebut adalah satu orang yang saat kejadian berada dalam satu mobil dengan terperiksa dan tiga orang saksi lainnya yaitu yang bertikai dengan terperiksa di tempat kejadian perkara.

“Dari keterangan saksi di persidangan terungkap bahwa terperiksa melakukan pelanggaran. Sehingga pimpinan sidang yang berhak menghukum memutuskan bahwa terperiksa salah dan dijatuhi vonis kurungan tujuh hari dan penundaan pangkat selama satu periode (enam bulan),” ujar Kapolres, Jumat.

Ditambahkan Kapolres, terperiksa bisa menerima vonis yang dijatuhkan pimpinan sidang. Kini terperiksa sudah menjalani sanksi yang divonis dalam sidang disiplin dan kode etik yang digelar di Pendapa Mapolres Salatiga.

Disinggung mengenai dugaan penodongan senjata api yang dilakukan Bripda Yoshua terhadap dua orang warga Kampung Kridanggo, Kelurahan Kalicacing, Salatiga, yaitu Agung dan Bayu saat terjadi keributan, Kapolres menyatakan, bahwa senjata yang digunakan terperiksa bukan senjata api melainkan airsoft gun. “Senjata yang ditempatkan terperiksa ke perut saksi jenisnya airsoft gun milik pribadi. Jadi bukan senjata dinas atau bukan senjata milik Polres Salatiga,” imbuhnya.