MEDIS: Ahli operasi bedah otak, M. Sofyanto saat memberikan penjelasan terkait dengan penyakit yang disebabkan karena otak dan saraf pada gathering, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MEDIS: Ahli operasi bedah otak, M. Sofyanto saat memberikan penjelasan terkait dengan penyakit yang disebabkan karena otak dan saraf pada gathering, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MEDIS: Ahli operasi bedah otak, M. Sofyanto saat memberikan penjelasan terkait dengan penyakit yang disebabkan karena otak dan saraf pada gathering, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MEDIS: Ahli operasi bedah otak, M. Sofyanto saat memberikan penjelasan terkait dengan penyakit yang disebabkan karena otak dan saraf pada gathering, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Pemahaman masyarakat tentang penyakit yang berhubungan dengan otak dan tulang belakang sangat minim. Hal itu mendasari Brain and Spine Community melakukan kampanye terhadap masyarakat tentang apa dan bagaimana penyakit tersebut dapat ditangani.

Ketua Brain and Spine Community, Lilih Dwi Priyanto menjelaskan lembaga nirlaba tersebut berfokus pada memberikan edukasi kepada masyarakat tentang berbagai penyakit yang ada di lingkup bedah saraf. ”Di dalam otak yang volumenya 1.350 cc terdapat 100 juta sel saraf atau neuron,” katanya pada gathering kesehatan ”Menikmati Hidup dengan Otak Sehat” di salah satu restoran, Jumat (11/12).

Fungsi otak sendiri yaitu untuk mengatur dan mengoordinasi sebagian besar gerakan, perilaku dan fungsi tubuh seperti detak jantung, tekanan darah, keseimbangan cairan tubuh dan suhu tubuh. ”Otak manusia juga bertanggung jawab terhadap pengaturan seluruh badan dan pemikiran manusia,” lanjutnya.