Ahelia Abustam, Kepala Kejaksaan Negeri Kajen Pekalongan (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Ahelia Abustam, Kepala Kejaksaan Negeri Kajen Pekalongan (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Ahelia Abustam, Kepala Kejaksaan Negeri Kajen Pekalongan (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Ahelia Abustam, Kepala Kejaksaan Negeri Kajen Pekalongan (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KAJEN-Sepanjang tahun 2015, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kajen Kabupaten Pekalongan, telah membuat gebrakan yang sangat mengejutkan dari sebelumnya. Dari 16 penyidikan dugaan kasus korupsi yang dilakukan oleh Kejari Kajen, 15 di antaranya telah ditetapkan sebagai tersangka dan satu penyidikan menjadi penyelidikan pada kasus dugaan korupsi di Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Pekalongan yang merugikan negara hingga Rp 1,7 miliar.

Dari 15 tersangka yang ditetapkan, 13 di antaranya adalah kasus korupsi pada pekerjaan proyek fisik Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) dan Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Kabupaten Pekalongan. Satu kasus korupsi dana pologoro sebesar Rp 500 juta pada proyek Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Desa Bantar Kulon, Kecamatan Lebakbarang dengan terdakwa Moh Tabiin mantan Kepala Desa Bantar Kulon yang kini sudah mendekam di penjara Kelas II A Pekalongan.

Sedangkan kasus penyalahgunaan Bantuan Gubernur (Bangub) Provinsi Jawa Tengah di Desa Wonorejo, Kecamatan Wonopringgo dengan tersangka Moh Fadli yang sudah ditahan oleh Kejari, kini kasusnya sudah mulai disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Pekalongan.