SEMARANG – Meski sudah di ujung 2015, realisasi program Kartu Tani hingga saat ini belum jelas. Setelah diujicobakan pada Maret lalu, salah satu program unggulan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah itu seakan berhenti di tengah jalan.

Kepala Sekretariat Badan Koordinasi Penyuluhan (Setbakorluh) Jawa Tengah Sugeng Riyanto mengatakan, sebenarnya program pendataan jumlah petani di Kabupaten Batang yang dilakukan jajarannya minggu ini telah selesai. Bahkan data tersebut diklaim telah diserahkan kepada Bank Rakyat Indonesia (BRI) untuk segera diterbitkan.

”Selasa (8/12) lalu data sudah kami serahkan. Artinya tugas Bakorluh sudah selesai. Hal ini juga sudah saya sampaikan kepada Pak Sekda (Sekretaris Daerah, Sri Puryono),” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (10/12).

Sugeng menjelaskan, berdasarkan hasil pendataan yang melibatkan penyuluh di tingkat kabupaten itu diketahui jumlah petani berjumlah sekitar 53-58 ribu. Beberapa kendala yang ditemui di lapangan adalah sebagian petani yang sebenarnya dijatah, tidak bersedia menerima kartu. ”Selain itu, ada juga petani yang belum masuk dalam kelompok tani,” terangnya.

Yang masih menjadi persoalan, lanjut Sugeng, data tersebut tidak dapat serta merta diterapkan ke dalam Kartu Tani. Pasalnya, isi kartu yang meliputi data kuota pupuk subsidi dan data jumlah pengecer belum ada hingga saat ini. ”Itu yang menjadikan pihak BRI tidak bisa langsung mencetaknya,” imbuhnya.

Ia menambahkan, ada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lain yang berwenang menangani hal tersebut. Hanya saja ia tidak berkenan menyebutkannya. Berdasarkan penelusuran koran ini, SKPD dimaksud adalah Dinas Pertanian dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dinperindag) baik di tingkat kabupaten maupun provinsi. ”Siang ini (kemarin) ada rapat terkait hal tersebut yang difasilitasi oleh Biro Bina Produksi,” pungkasnya.

Terpisah, Sekda Jateng Sri Puryono saat dikonfirmasi menyatakan bahwa saat ini pihaknya sedang menunggu alokasi pupuk bersubsidi dari pemerintah pusat. Hal itu nantinya digunakan sebagai pedoman penyaluran dan distribusi kepada sejumlah petani. ”Kita upayakan,” ujarnya saat ditanya target pendistribusian sebelum akhir 2015. (fai/ric/ce1)