Golput Kalahkan Suara Hendi-Ita

Hasil Pilwalkot Semarang 2015

207

SEMARANG – Target tingkat partisipasi pemilih dalam Pilwalkot Kota Semarang 2015 sebesar 75 persen yang dipatok Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang dinilai gagal total. Sebab, berdasarkan rekapitulasi sementara yang dilakukan tim pemenangan pasangan Hendi-Ita (Hebat), angka golput (golongan putih) mencapai 34,07 persen. Itu artinya, tingkat partisipasi pemilih hanya 65,93 persen. Bahkan, jumlah pemilih golput lebih besar ketimbang suara yang diperoleh pasangan Hendrar Prihadi-Hevearita Gunaryanti Rahayu (Hebat), yang sementara ini unggul dalam penghitungan cepat atau quick count. Dari daftar pemilih tetap (DPT) Pilwalkot Semarang sebanyak 1.109.045 orang, jumlah golput mencapai 377.870 suara. Sedangkan pasangan Hebat sebagai pemenang hanya meraih 320.221 suara.

Berdasarkan rekapitulasi sementara yang dilakukan tim pemenangan pasangan Hendi-Ita (Hebat), persentase golput terbesar terjadi di wilayah Kecamatan Semarang Tengah. Tercatat dari DPT 46.171 pemilih, jumlah calon pemilih yang tidak menggunakan hak suaranya sebanyak 19.269 orang atau 41,73 persen. Sedangkan persentase golput terendah terjadi di wilayah Kecamatan Gunungpati. Dari DPT 59.029 calon pemilih, jumlah golput mencapai 15.868 atau 26,88 persen. Bahkan hampir di semua kecamatan, jumlah golput lebih tinggi dari perolehan suara pasangan Hendi-Ita yang sementara ini meraih suara terbanyak.

Seperti di wilayah Kecamatan Tengah, jumlah golput mencapai 19.269 suara, sementara Hendi-Ita mengumpulkan 13.768 suara. Demikian pula di Kecamatan Semarang Utara, jumlah golput mencapai 29.699 suara (34,06 persen), sedangkan perolehan suara Hendi-Ita 27.943 suara.

Ketua KPU Kota Semarang, Henry Wahyono saat dikonfirmasi terkait tingginya angka golput ini mengaku belum mengetahuinya. Pasalnya, perekapan hasil pilwalkot saat ini masih berjalan, dan belum 100 persen. Ia juga belum bisa menyebutkan angka partisipasi pemilih dalam Pilwalkot 9 Desember lalu. ”Perekapan belum selesai. Jadi, berapa pasnya (tingkat partisipasi pemilih, Red) belum diketahui,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (10/12).

Dia mengatakan, pada pencoblosan pilwalkot di 16 kecamatan kemarin, berjalan aman, lancar, tertib, dan damai. Saat ini, kata dia, hasil penghitungan suara ketiga pasangan calon (paslon) masih dalam proses rekap di tingkat kecamatan.

”Kemarin rekap sudah dilakukan di PPS (panitia pemungutan suara di kelurahan). Sedangkan, Kamis (10/12) ini (kemarin) sudah dimulai di tingkat PPK atau kecamatan. Dijadwalkan nanti tanggal 13-14 Desember sudah sampai di tingkat Kota Semarang, dan diperkirakan tanggal 16 Desember sudah terekap,” bebernya.