PGRI Pastikan Tunjangan Profesi Guru Tidak Dihapus

343
JALAN SEHAT: Ketua PB PGRI Pusat Sulistiyo melepas jalan sehat dala HUT PGRI Demak ke-70, kemarin. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)
JALAN SEHAT: Ketua PB PGRI Pusat Sulistiyo melepas jalan sehat dala HUT PGRI Demak ke-70, kemarin. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)
JALAN SEHAT: Ketua PB PGRI Pusat Sulistiyo melepas jalan sehat dala HUT PGRI Demak ke-70, kemarin. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)
JALAN SEHAT: Ketua PB PGRI Pusat Sulistiyo melepas jalan sehat dala HUT PGRI Demak ke-70, kemarin. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)

DEMAK-Tunjangan profesi guru dipastikan tidak akan dihapus oleh pemerintah. Selain itu, pendidik yang tidak lulus uji kompetensi guru (UKG) tunjangannya juga tidak akan dipakai untuk mengurangi nilai tunjangan profesi tersebut. Namun, UKG itu hanya akan digunakan untuk pemetaan kemampuan guru saja.

Demikian disampaikan Ketua PGRI Pusat, Sulistiyo disela jalan sehat dalam rangka HUT PGRI ke-70 di lapangan KONI, Jalan Sultan Hadiwijaya, Kota Demak, kemarin.

Menurutnya, guru diminta tetap tenang dan tetap mengajar sesuai profesi yang dijalaninya selama ini. “Guru honorer juga akan tetap diangkat sebagai PNS secara bertahap antara 2016 hingga 2019 mendatang,” katanya dihadapan para guru yang turut jalan sehat dan dihadiri oleh paslon HM Natsir-Joko Sutanto (Nasir-Jos) ini. Selain itu, para honorer juga akan diberikan upah sesuai dengan upah minimum kabupaten (UMK).