PEKAT: Kasat Reskrim Polres Semarang, AKP Herman Sophian menunjukan barang bukti perjudian togel. (istimewa)
PEKAT: Kasat Reskrim Polres Semarang, AKP Herman Sophian menunjukan barang bukti perjudian togel. (istimewa)
PEKAT: Kasat Reskrim Polres Semarang, AKP Herman Sophian menunjukan barang bukti perjudian togel. (istimewa)
PEKAT: Kasat Reskrim Polres Semarang, AKP Herman Sophian menunjukan barang bukti perjudian togel. (istimewa)

UNGARAN- Dua pengecer judi togel Singapure, Yohanes Hadi, 55, dan Andriani alias Ninik, 53, keduanya warga Bawen, Kabupaten Semarang, diringkus petugas Reskrim Polres Semarang. Keduanya diringkus ketika mengecerkan kupon togel jenis Singapur. Polisi juga menyita barang bukti berupa 3 buah ponsel, uang Rp 41 ribu dan rekapan nomor togel.

Saat dilakukan pemeriksaan, tersangka Yohanes mengaku terpaksa mengecerkan kupon togel Singapure karena butuh uang cepat untuk biaya berobat sakit tedun yang dialaminya. Yohanes tergiur tawaran dari pengepulnya Andriani alias Ninik yang mengiming-imingi pendapatan 17 persen dari omset yang didapatkannya. “Sekitar dua minggu saya mulai jualan togel lewat SMS. Sehari omsetnya minimal sekitar Rp 200 ribu, selanjutnya saya setorkan ke Ninik,” ungkap Yohanes, kemarin.

Sementara itu Ninik mengaku dirinya sebagai pengepul, sebab masih ada bandar diatasnya yang menjanjikan keuntungan 20 persen dari omset pengelolaan togel. “Jualan togel ini hanya iseng saja,” kata Ninik.

Petugas Polres Semarang yang mendengar ada aktivitas perjudian ini, langsung melakukan penyelidikan. Hasilnya keduanya berhasil ditangkap secara bergiliran di rumahnya masing-masing. Kedua tersangka saat ini ditahan di Mapolres Semarang untuk menjalani proses hukum. “Kedua tersangka dijerat dengan pasal 303 HUKP tentang perjudian,” tutur Kasatreskrim Polres Semarang, AKP Herman Sophian. (tyo/zal)