Kejari Setor Denda dan UP

Kasus Bansos dan Dana Hibah KONI

110

SEMARANG – Setelah putusan memiliki kekuatan hukum tetap (inkracht) akhirnya Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Semarang menyetorkan denda dan Uang Pengganti (UP) kerugian negara ke kas negara atas perkara dua kasus korupsi. Yakni kasus korupsi penyimpangan penyaluran dan pengelolaan dana bantuan sosial (bansos) APBD Jateng 2011 dan korupsi dana hibah KONI Kota Semarang.

Pada korupsi dana bansos APBD Jateng, menyeret lima terpidana mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang yaitu Aji Hendra Gautama, Azka Najib, Agus Khanif, Musyafak, dan Farid Ihsanudin.

Kelimanya telah membayar denda masing-masing Rp 50 juta dan UP kerugian negara dengan rincian; Azka Najib Rp 83 juta, Musyafak Rp 84 juta, Farid Ihsanudin Rp 70 juta, Agus Khanif Rp 66 juta, dan Aji Hendra Gautama Rp 47 juta.

Kedua adalah kasus korupsi dana hibah KONI Kota Semarang 2012 dan 2013 dengan terpidana Djodi Aryo Setiawan (mantan Bendahara KONI). Djody telah membayar denda sebesar Rp 50 juta dan UP kerugian negara sebesar Rp 47 juta.

”Kemarin (Selasa, Red) dua perkara yang sudah inkracht tersebut para terpidanaya sudah membayar uang denda dan UP kerugian negara. Uang tersebut secara langsung kami setor ke kas negara dan bukti setornya ada di kantor kami (kejaksaan, Red),” kata Kasi Tipidsus Kejari Semarang, Sutrisno Margi Utomo, Rabu (9/12).

Dia mengatakan, dalam putusan perkara tersebut, lima aktivis mahasiswa dijatuhi vonis majelis hakim masing-masing hukuman 1 tahun 2 bulan serta denda Rp 50 juta subsider 2 bulan kurungan. Sedangkan dendanya sesuai yang sudah pihaknya setorkan rincian diatas.