Diskors, Karyawan Lapor LSM

228

SALATIGA – Sejumlah karyawan perusahaan garmen MK di Klero mengadu ke LSM, kemarin siang. Pasalnya, seorang karyawan, Bayu Santoso, warga Tengaran, diskors tanpa alasan yang jelas. Diduga akibat perselisihannya dengan manajer perusahaan yang warga negara asing yang dirasa mengeluarkan kata-kata kasar terhadap karyawannya.

Kepada wartawan, Bayu menceritakan kronologis kejadiannya berawal saat ada pekerjaan persiapan impor tekstil hingga tengah malam, (3/12). Karena sudah lama bekerja, sekitar pukul 00.30 dinihari, Bayu meminta waktu kepada manajer perusahaan untuk makan malam.

“Saya meminta untuk istirahat kepada manajer produksi Madawa, dan jawabannya diminta untuk bergantian istirahatnya. Namun nada diungkapkan dengan marah dan keras. Seketika saya datangi manajer dan meminta untuk tidak perlu kasar karena Indonesia punya sopan santun,” jelas Bayu. Namun jawaban manajer yang menyebutkan tidak peduli perkataannya membuat Bayu agak tersinggung dan mendorong sang manajer.

Setelah insiden itu, keesokkan harinya semua karyawan kembali masuk kerja pukul 13.30. Namun saat itu, Bayu dicegat dan diminta menemui HRD. Dalam pertemuan dengan HRD disebutkan bahwa Bayu belum boleh bekerja sampai dengan waktu yang belum ditentukan. Hal itu membuatnya bingung dan akhirnya beberapa teman yang mengetahuinya bersimpati.

Kemarin Rabu (9/12), sejumlah karyawan berbondong bondong mendatangi LSM ICI (Indonesian Corruption Investigation) untuk melaporkan peristiwa yang dialami Bayu. Mereka ditemui Shodiq dan kemudian laporan itu akan diteruskan untuk investigasi.

“Kita akan tindaklanjuti laporan ini. Tidak hanya kasus Bayu, tetapi juga ada laporan mengenai ketidakjelasan penghitungan lembur. Padahal pemerintah sudah memberikan aturan ketenaga kerjaan yang jelas,” jelas Shodiq. Dirinya sudah menghubungi HRD dan Kamis (10/12) diagendakan untuk bertemu membahas permasalahan ini.

Sementara itu HRD perusahaan Garmen, Agus hingga berita ini ditulis belum bisa dikonfirmasi. Telepon pribadi yang dihubungi tidak diangkat dan pesan singkat juga belum ada balasan. (sas/zal)