Tersangka Rampok Berharap Semarang Dipimpin Orang Jujur

Melongok Pesta Demokrasi Para Tahanan Polrestabes Semarang

229
NYOBLOS: Tahanan Polrestabes Semarang saat menggunakan hak suaranya kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
NYOBLOS: Tahanan Polrestabes Semarang saat menggunakan hak suaranya kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
NYOBLOS: Tahanan Polrestabes Semarang saat menggunakan hak suaranya kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
NYOBLOS: Tahanan Polrestabes Semarang saat menggunakan hak suaranya kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Warga Kota Semarang kemarin menggelar pesta demokrasi pemilihan wali kota (Pilwalkot). Tak terkecuali mereka yang sekarang menjadi penghuni sel tahanan Polrestabes Semarang. Seperti apa?

ABDUL MUGHIS

ROMBONGAN petugas Penyelenggara Pemungutan Suara (PPS) mendatangi gedung Satuan Tahanan dan Barang Bukti (Sat Tahti) Polrestabes Semarang, Rabu (9/12) sekitar pukul 12.30. Mereka ’jemput bola’ untuk memfasilitasi para tahanan menyalurkan hak pilihnya dalam pilwalkot. Rombongan tersebut disambut para petugas. Dalam waktu yang relatif singkat, ruang tunggu pembesuk berukuran kurang lebih 3×4 meter persegi itu ’disulap’ menjadi tempat pemungutan suara (TPS). Sejumlah pria yang rata-rata bertato tampak mengintip dari balik jeruji besi. Jumlah total 50 tahanan di Polrestabes Semarang. Dari jumlah itu, sebanyak 37 tahanan memiliki hak suara.

Satu per satu, petugas memanggil nama tahanan. Tak lama kemudian, keluar pria bertato menuju bilik suara yang disediakan. Salah satu tahanan berinisial R, mengaku senang.

Selain ada suasana beda dari biasanya, kata dia, momen tersebut menjadi bermakna. ”Kami difasilitasi untuk turut ikut menyampaikan hak pilih,” kata tersangka pencurian dengan pemberatan itu.