ADA KURIKULUM BAKU: Asprov PSSI Jateng akan menggelar sosialisasi kurikulum SSB di beberapa daerah. Dengan penerapan kurikulum yang benar, diharapkan SSB mampu mencetak pemain profesional yang mumpuni. (BASKORO S/JAWA POS RADAR SEMARANG)
ADA KURIKULUM BAKU: Asprov PSSI Jateng akan menggelar sosialisasi kurikulum SSB di beberapa daerah. Dengan penerapan kurikulum yang benar, diharapkan SSB mampu mencetak pemain profesional yang mumpuni. (BASKORO S/JAWA POS RADAR SEMARANG)
ADA KURIKULUM BAKU: Asprov PSSI Jateng akan menggelar sosialisasi kurikulum SSB di beberapa daerah. Dengan penerapan kurikulum yang benar, diharapkan SSB mampu mencetak pemain profesional yang mumpuni. (BASKORO S/JAWA POS RADAR SEMARANG)
ADA KURIKULUM BAKU: Asprov PSSI Jateng akan menggelar sosialisasi kurikulum SSB di beberapa daerah. Dengan penerapan kurikulum yang benar, diharapkan SSB mampu mencetak pemain profesional yang mumpuni. (BASKORO S/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Tidak selamanya daerah yang memiliki sekolah sepak bola (SSB) menjadi pemasok pemain-pemain profesional, atau bahkan untuk timnas Indonesia. Sebaliknya, cukup banyak pemain-pemain ternama yang berasal dari daerah yang minim SSB.

Ketua Asprov PSSI Jateng Johar Lin Eng mengatakan, jumlah SSB di suatu daerah bukan menjadi patokan akan lumbung pemain berprestasi. Menurutnya, ada beberapa hal yang memengaruhi. Mulai dari kurikulum pembelajaran, sarana prasarana hingga pola pembinaan. Sikap pemain yang cepat mudah puas pun ikut berpengaruh.

Oleh karena itu, di penghujung tahun 2015 ini Asprov PSSI Jateng kata Johar akan menggelar agenda sosialisasi kurikulum untuk SSB yang akan digelar di tiga wilayah yaitu Kabupaten Semarang, Magelang serta Kudus. Untuk Kabupaten Semarang akan digelar di GOR Pandanaran Wujil pada Sabtu 12 Desember 2015. Agenda tersebut bisa diikuti oleh SSB atau Akademi sepak bola dari berbagai wilayah seperti Kab. Semarang, Salatiga, Surakarta, Sragen, Karanganyar, Sukoharjo, Kota Semarang, Kendal. Boyolali, Wonogiri serta Klaten. “Sosialisasi akan disampaikan oleh dua pelatih senior yang sudah kenyang pengalaman yaitu Sartono Anwar dan Musarodin. Keduanya akan menyampaikan standarisasi kurikulum untuk SSB, Akademi maupun Diklat yang ada di Jateng,” kata Johar.