Menurutnya, bagian rawat jalan melayani antara 400 hingga 500 pasien setiap hari. Pelayanan pasien paling banyak biasanya terjadi antara hari Senin hingga Rabu. Selebihnya, jumlah pasien menurun. Dari jumlah pasien rawat jalan yang periksa kesehatan itu, banyak diantaranya yang tercover Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan serta jamkesda.

Nani Amrin menambahkan, untuk melayani pasien sebelumnya ruang pelayanan pendaftaran hanya ada 4 loket. Namun, sekarang ada tambahan 5 loket sehingga ada 9 loket. Sedangkan, 1 loket lainnya khusus untuk pelayanan BPJS. “Untuk BPJS ini tercatat sebagai loket ke 10,” ujarnya.

Selain penambahan loket dengan sistem antrean elektronik ini, ruang tunggu yang disediakan untuk pasien juga dilengkapi fasilitas yang memadai. Yaitu, kursi tempat duduk, air minum galon, televisi dan bahan bacaan koran harian, termasuk koran Jawa Pos. Dengan fasilitas itu, pasien yang antre dapat terhibur dan dapat informasi sehingga tidak jenuh Sedangkan, diruang untuk pasien DOT (Directly Observed Treatment) atau penderita tuberculosis (penyakit paru-paru) juga dilengkapi fasilitas tempat meludah yang diberi pasir dan dibersihkan setiap saat dengan lisol. Selain itu, pasien DOT juga memakai masker sehingga penyakitnya tidak menular ke orang lain.

Direktur RSUD Sunan Kalijaga Deby Armawati, mengatakan, ruang instalasi rawat jalan atau poliklinik RSUD yang disediakan untuk pelayanan pasien adalah ruang spesialis paru, penyakit dalam, bedah, jiwa, gigi, mata, THT, anak, kulit/kelamain, saraf, tumbuh kembang, kandungan (SPOG) dan pelayanan psikologi. “Kita tingkatkan terus pelayanan ini termasuk melalui sistem antrean pendaftaran elektronik itu. Sebab, pasien rawat jalan yang dilayani setiap hari banyak sekali,” katanya. (sct-hib/zal)