KONSOLIDASI: Calon Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi di sela-sela konsolidasi di kantor DPC PDIP Kota Semarang, Jalan Barusari, kemarin. (Ricky Fitriyanto/Jawa Pos Radar Semarang)
KONSOLIDASI: Calon Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi di sela-sela konsolidasi di kantor DPC PDIP Kota Semarang, Jalan Barusari, kemarin. (Ricky Fitriyanto/Jawa Pos Radar Semarang)
KONSOLIDASI: Calon Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi di sela-sela konsolidasi di kantor DPC PDIP Kota Semarang, Jalan Barusari, kemarin. (Ricky Fitriyanto/Jawa Pos Radar Semarang)
KONSOLIDASI: Calon Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi di sela-sela konsolidasi di kantor DPC PDIP Kota Semarang, Jalan Barusari, kemarin. (Ricky Fitriyanto/Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG – Menjelang hari terakhir sebelum pencoblosan hari ini, sejumlah survei menyatakan elektabilitas petahana atau calon Wali Kota incumbent Hendrar Prihadi tidak terkejar dua pasangan calon lain. Elektabilitas Hendi yang berpasangan dengan Hevearita Gunaryanti Rahayu semakin melejit dengan meraih 53,7 persen.

Angka tersebut berdasarkan survei yang dilakukan Lembaga Mitra 1912 Barometer. Dalam survei yang mengambil sampel 800 responden itu menyebutkan Hendi-Ita unggul 53,7 persen (430 responden). Perolehan ini jauh meninggalkan pasangan nomor urut 3, Sigit Ibnugroho-Agus Sutyoso yang mendapat 18,06 persen (144 responden). Sedangkan pasangan nomor urut 1 yang diusung PKS dan PKB, Soemarmo–Zuber hanya meraup 15,8 persen (122 responden).

Survei Lembaga Mitra 1912 Barometer juga mencatat 8,06 persen (64 responden) belum menentukan pilihan. Tingkat error pada survei tersebut diasumsikan sebesar 5 persen. Elektabilitas Hendi-Ita terus melejit meski dalam beberapa hari terakhir terus diserang kampanye hitam. Seruan bernada kampanye hitam menyebar luas melalui SMS dan media sosial. Satu di antaranya SMS yang berisi keharusan memilih Hendi-Ita, karena jika pemilih tidak melaksanakan akan dibunuh oleh Lindu Aji.