Golput Diprediksi 25 Persen

240
Rodiyah Tangwan (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Rodiyah Tangwan (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Rodiyah Tangwan (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Rodiyah Tangwan (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

POTENSI golongan putih (golput) alias calon pemilih yang tidak menggunakan hak suaranya pada Pemilihan Wali Kota Semarang (Pilwalkot) hari ini diperkirakan mencapai 25 persen dari jumlah daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 1.109.045 orang.

Pakar Hukum Politik Universitas Negeri Semarang (Unnes), Rodiyah Tangwan, mengatakan, golput tersebut terjadi dipicu oleh suhu politik di pusat yang berpengaruh kepada sikap apatis masyarakat. ”Kondisi politik yang ada di pusat saat ini jelas berpengaruh di level kota maupun kabupaten,” ujar Rodiyah saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (8/12).

Apa pun alasan dan konteksnya, golput menjadi alternatif pilihan. Menurutnya, dalam konteks warga negara yang baik, alternatif golput seharusnya tidak diambil. ”Kita tidak bisa menghindari golput, karena di luar kontrol,” katanya.