Dicatut Penipu, Kacab Utama BPJS Kesehatan Lapor Polisi

239
MELAPOR: Kacab Utama BPJS Kesehatan Semarang, Roni Kurnia Hadi (tengah), menunjukkan bukti laporan ke SPKT Polrestabes Semarang, Selasa (8/12), kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MELAPOR: Kacab Utama BPJS Kesehatan Semarang, Roni Kurnia Hadi (tengah), menunjukkan bukti laporan ke SPKT Polrestabes Semarang, Selasa (8/12), kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MELAPOR: Kacab Utama BPJS Kesehatan Semarang, Roni Kurnia Hadi (tengah), menunjukkan bukti laporan ke SPKT Polrestabes Semarang, Selasa (8/12), kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MELAPOR: Kacab Utama BPJS Kesehatan Semarang, Roni Kurnia Hadi (tengah), menunjukkan bukti laporan ke SPKT Polrestabes Semarang, Selasa (8/12), kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

BARUSARI – Kepala Cabang (Kacab) Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Semarang, Roni Kurnia Hadi, 48, melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Semarang, Selasa (8/12). Pelaporan tersebut atas beredarnya surat yang mengatasnamakan BPJS Kesehatan Semarang terkait pemberian penghargaan kepada para dokter berprestasi spesifikasi Dokter Praktik Perorangan (DPP) di Kota Semarang. Ketentuan tersebut untuk dokter DPP dengan jumlah peserta di atas 4.000 jiwa.

Para dokter berprestasi tersebut dijanjikan akan mendapat uang deposito sebesar Rp 500 juta (untuk dokter DPP rating Bintang 5), dan dokter dengan rating Bintang 4 akan mendapatkan deposito Rp 300 juta. Surat misterius tersebut juga menjelaskan bahwa kucuran dana segar itu akan cair setiap bulan, mulai Januari 2016 mendatang.

”Itu surat palsu yang tidak bertanggung jawab. Kami tegaskan bahwa BPJS Kesehatan Semarang tidak pernah ada program tersebut,” ungkap Roni Kurnia Hadi saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang usai melapor di Mapolrestabes Semarang, Selasa (8/12).