UNGARAN-Bukit Gunung Kelir di Desa Wirogomo, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang menjadi perhatian khusus Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang. Sebab di musim hujan ini dikhawatirkan dapat terjadi longsor. Untuk mengantisipasi atau mengurangi terjadinya resiko bencana tanah longsor, BPBD memasang early warning system (EWS).

Untuk diketahui musim hujan awal tahun 2015, tebing Bukit Gunung Kelir mengalami beberapa kali pergerakan yang memicu terjadinya tanah longsor. Bahkan nyaris menimbun lima dusun di Wirogomo. Setelah tiga kali terjadi longsor sepanjang Maret hingga April lalu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan memindahkan sebagian kegiatan belajar mengajar dan pelaksanaan Ujian Nasional siswa SMPN 03 Bayubiru ke SDN 02 Wirogomo. Sebab sekolah berjarak sangat dekat dengan titik longsor.

Kepala BPBD Kabupaten Semarang Arief Budianto mengatakan, EWS berfungsi untuk mengetahui pergerakan tanah yang bisa memicu longsor. Alat tersebut dipasang di Gunung Kelir untuk mendeteksi adanya pergerakan tanah. Mitigasi bencana di Wirogomo tersebut juga telah dilakukan melalui beragam kegiatan. Seperti pelatihan dan simulasi tanggap bencana, pembuatan jalur evakuasi hingga penentuan titik kumpul.

“Alat EWS itu akan berbunyi memberi tanda ke masyarakat jika ada tanah longsor. Masyarakat juga sudah diberi pelatihan bencana alam. Mitigasi bencana secara lengkap memang baru diterapkan di Wirogomo,” ungkapnya, Selasa (8/12) kemarin.

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Joner Hutajulu menambahkan, selama ini telah melakukan pelatihan kesiapsiagaan bencana. Masyarakat di tiap-tiap kecamatan, khususnya yang tinggal di wilayah rawan bencana sudah dibekali pengetahuan menghadapi bencana apapun. “Kami juga melatih para perempuan karena mereka paling sering di rumah. Pesan kami bersikap tenang, tidak panik ketika ada bencana,” imbuhnya.

BPBD telah memetakan wilayah rawan bencana tanah longsor paling banyak di gunung dan bukit. Paling menonjol tanah longsor ada di Kecamatan Banyubiru, Getasan, Jambu, Sumowono, Bringin dan sebagian wilayah Kecamatan Ungaran Timur. Sedangkan bencana puting beliung dan banjir rentan terjadi di Ungaran Barat, Banyubiru, Ambarawa, Getasan, Suruh, Pabelan dan Bringin. (tyo/zal)