Awas! Gunung Kelir Longsor

BPBD Pasang Alat Pendeteksi Longsor

Must Read

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di...

UNGARAN-Bukit Gunung Kelir di Desa Wirogomo, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang menjadi perhatian khusus Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang. Sebab di musim hujan ini dikhawatirkan dapat terjadi longsor. Untuk mengantisipasi atau mengurangi terjadinya resiko bencana tanah longsor, BPBD memasang early warning system (EWS).

Untuk diketahui musim hujan awal tahun 2015, tebing Bukit Gunung Kelir mengalami beberapa kali pergerakan yang memicu terjadinya tanah longsor. Bahkan nyaris menimbun lima dusun di Wirogomo. Setelah tiga kali terjadi longsor sepanjang Maret hingga April lalu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan memindahkan sebagian kegiatan belajar mengajar dan pelaksanaan Ujian Nasional siswa SMPN 03 Bayubiru ke SDN 02 Wirogomo. Sebab sekolah berjarak sangat dekat dengan titik longsor.

Kepala BPBD Kabupaten Semarang Arief Budianto mengatakan, EWS berfungsi untuk mengetahui pergerakan tanah yang bisa memicu longsor. Alat tersebut dipasang di Gunung Kelir untuk mendeteksi adanya pergerakan tanah. Mitigasi bencana di Wirogomo tersebut juga telah dilakukan melalui beragam kegiatan. Seperti pelatihan dan simulasi tanggap bencana, pembuatan jalur evakuasi hingga penentuan titik kumpul.

“Alat EWS itu akan berbunyi memberi tanda ke masyarakat jika ada tanah longsor. Masyarakat juga sudah diberi pelatihan bencana alam. Mitigasi bencana secara lengkap memang baru diterapkan di Wirogomo,” ungkapnya, Selasa (8/12) kemarin.

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Joner Hutajulu menambahkan, selama ini telah melakukan pelatihan kesiapsiagaan bencana. Masyarakat di tiap-tiap kecamatan, khususnya yang tinggal di wilayah rawan bencana sudah dibekali pengetahuan menghadapi bencana apapun. “Kami juga melatih para perempuan karena mereka paling sering di rumah. Pesan kami bersikap tenang, tidak panik ketika ada bencana,” imbuhnya.

BPBD telah memetakan wilayah rawan bencana tanah longsor paling banyak di gunung dan bukit. Paling menonjol tanah longsor ada di Kecamatan Banyubiru, Getasan, Jambu, Sumowono, Bringin dan sebagian wilayah Kecamatan Ungaran Timur. Sedangkan bencana puting beliung dan banjir rentan terjadi di Ungaran Barat, Banyubiru, Ambarawa, Getasan, Suruh, Pabelan dan Bringin. (tyo/zal)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Latest News

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...

Random News

Fisik Digenjot, Pembangunan Manusia Relatif Sangat Kecil

WONOSOBO—Alokasi DTD (Dana Transfer Desa) untuk pembangunan fisik masih menjadi prioritas di banyak desa. Sementara alokasi DTD untuk pembangunan manusia dalam bentuk pemberdayaan dan...

Biaya Bikin Film Patungan, Dilombakan di Tingkat Nasional

Sejumlah mahasiswa Universitas PGRI Semarang (Upgris) pencinta film indie tergabung dalam komunitas C’Kill BK Movie. Mereka telah membuat film indie yang dilombakan di...

Merapi Waspada, Pendakian Dilarang

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID - Letusan freatik Gunung Merapi, semakin intensif dalam dua hari ini. Setelah 3 kali letusan freatik Senin (21/5) dini hari pukul 01.25, disusul...

Judi Togel, Tiga Pelaku Ditangkap

PEKALONGAN-Tim Buru Sergap (Buser) Polres Pekalongan Kota, berhasil mengungkap tiga pelaku perjudian jenis togel di area Billiard Gajah Mada di Jalan Gajah Mada Kota...

More Articles Like This

- Advertisement -