KENDAL—Dinas Pertanian, Peternakan, Perkebunan dan Kehutanan (DP3K) Kendal menargetkan 47.446 hektare musim tanam tahun ini, para petani bisa menanam padi pada lahannya. Hal itu sebagai upaya menjaga ketahanan pangan di Kendal maupun Jateng.

Upaya tersebut dilakukan dengan penanaman padi serempak bersama petani, TNI Kodim 0715 Kendal dan Polres Kendal di Desa Desa Pucangrejo Kecamatan Gemuh. Kegiatan tersebut dilakukan bersamaan dengan Hari Penanaman Nasiaonal. “Untuk musim tanam tahun ini di targetkan mencapai 47.446 hektare dengan masa tanam dua kali dalam setahun. Hal ini untuk menjaga ketahanan pangan sebagaimana program pemerintah pusat,” ujar Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kendal Sri Purwati, Senin (7/12).

Dikatakannya, untuk masa tanam pertama yang di perkirakan hingga bulan Februari akan mencapai 7.891 hektare sawah. “Target kita memang banyak, hal itu karena musim tanam tahun ini mengalami penurunan hasil, karena kemarau panjang,” jelasnya.

Jika biasanya musim hujan mulai Oktober-April, namun tahun ini hujan baru turun pada akhir November. Sehingga para petani yang sawahnya bergantung pada ketersediaan air hujan, baru bisa menanam padi pada Desember ini. Hal inilah yang menyebabkan keterlambatan masa tanam padi di Kendal.

Oleh karena itu para petani diminta untuk semaksimal mungkin memanfaatkan air hujan semaksimal. Sehingga Desember ini seluruh sawah sudah bisa ditanami dengan padi secara berbarengan agar masa panen bisa maksial.

Dandim 0715 Kendal, Letkol Kav Wiratno mengatakan, TNI memang dituntut untuk ikut menjaga ketahanan swasembada pangan. Mulai dari awal penanaman, perawatan, distribusi pupuk hingga masa panen. “Tugas ebagai TNI selain menjaga wilayah ketahanan NKRI juga dituntut untuk ikut menjaga ketahanan swasembada pangan. Awal tahun 2015 hingga saat ini, kita sudah mencapai 91 persen produksi pertanian,” katanya. (bud/zal)