Jateng Nyaris Juara Umum

Pra PON Sepatu Roda

267
UNJUK KEKUATAN: Ajeng Anindya dkk masih diperhitungkan di sirkuit sepatu roda nasional, terbukti menduduki peringkat kedua Pra-PON hanya terpaut tiga medali perunggu dari DKI Jakarta sebagai juara umum. (BASKORO S/JAWA POS RADAR SEMARANG)
UNJUK KEKUATAN: Ajeng Anindya dkk masih diperhitungkan di sirkuit sepatu roda nasional, terbukti menduduki peringkat kedua Pra-PON hanya terpaut tiga medali perunggu dari DKI Jakarta sebagai juara umum. (BASKORO S/JAWA POS RADAR SEMARANG)
UNJUK KEKUATAN: Ajeng Anindya dkk masih diperhitungkan di sirkuit sepatu roda nasional, terbukti menduduki peringkat kedua Pra-PON hanya terpaut tiga medali perunggu dari DKI Jakarta sebagai juara umum. (BASKORO S/JAWA POS RADAR SEMARANG)
UNJUK KEKUATAN: Ajeng Anindya dkk masih diperhitungkan di sirkuit sepatu roda nasional, terbukti menduduki peringkat kedua Pra-PON hanya terpaut tiga medali perunggu dari DKI Jakarta sebagai juara umum. (BASKORO S/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Tim sepatu roda Jateng berhasil finish di tempat kedua babak kualifikasi PON XIX/2016 Jabar yang telah selesai digelar di venue sepatu roda GOR Saparua Bandung kemarin. Allan Chandra dkk berada di tempat kedua dengan raihan lima medali emas, tiga perak dan dua perunggu. Juara umum Pra-PON tersebut diraih oleh DKI Jakarta juga dengan lima emas, tiga perak dan enam perunggu.

Posisi ketiga klasemen akhir ditempati Jatim dengan tiga perunggu. Atas raihan tersebut, Jateng otomatis juga berhasil meloloskan semua roller mereka yang berjumlah enam roller putra dan enam roller putri. ”Melihat keterbatasan yang ada, target kami sebenarnya hanya dua sampai empat emas. Tetapi para roller tetap semangat dan hasilnya melebihi ekspektasi. Kami terus bersaing dengan DKI hingga hari terakhir. Dengan hasil ini, 11 roller lolos ke PON XIX/Jabar 2016,” ujar Manajer Tim Pra-PON sepatu roda Jateng, Henny Wijayanti.

Ke-11 roller Jateng yang turun di Pra PON kemarin adalah Allan Chandra, Arif Rachman, Aditya Kusuma, M Bagus Laksmendra, Enrico Devin dan Vero Abimanyu di bagian putra. Kemudian di bagian putri ada nama Ajeng Anindya Prasalita, Riski Adyan, Benita Triana, Denta Iswara, dan Abigail Nimas.