TAK TEPAT WAKTU: Pembangunan Jembatan Gotong Royong diprediksi tidak akan selesai tepat waktu hingga akhir Desember 2015 ini. (M. HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TAK TEPAT WAKTU: Pembangunan Jembatan Gotong Royong diprediksi tidak akan selesai tepat waktu hingga akhir Desember 2015 ini. (M. HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TAK TEPAT WAKTU: Pembangunan Jembatan Gotong Royong diprediksi tidak akan selesai tepat waktu hingga akhir Desember 2015 ini. (M. HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TAK TEPAT WAKTU: Pembangunan Jembatan Gotong Royong diprediksi tidak akan selesai tepat waktu hingga akhir Desember 2015 ini. (M. HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SENDANGGUWO – Kendati progres pembangunan Jembatan Gotong Royong di Sendangguwo, Kecamatan Pedurungan diklaim telah mencapai 80 persen, terancam tidak rampung sesuai jadwal yakni hingga akhir Desember 2015. Pasalnya, hingga Minggu (6/12) kemarin, hanya terlihat sebuah pilar penyangga gelagar jembatan dan alat berat serta greder beton yang belum terpasang.

Sedangkan jembatan sementara yang terbuat dari anyaman bambu yang menghubungkan Kelurahan Gemah dan Sendanggguwo atau menghubungkan dua kecamatan Pedurungan dan Tembalang ini, masih ramai dilintasi warga baik motor maupun sepeda. Namun kondisi jembatan sementara tersebut membahayakan warga, terutama bila turun hujan.

”Jembatan terbuat dari bambu ini licin, kalau pas musim penghujan. Kalau tidak hati-hati, yang melintasi jembatan bisa terpeleset. Padaha banyak warga yang melintasi jembatan tersebut,” kata warga sekitar, Imron, kepada Jawa Pos Radar Semarang, Minggu (6/12) kemarin.