Sedangkan rival Ari Marsiana tak kalah berat, yakni Odorkasih Pasaribu (Kaltim). Simon mengatakan, di Pra-PON lalu Ari kalah kontroversial, karena memasukkan lebih banyak pukulan namun dinyatakan kalah sehingga harus puas dengan medali perak. “Saya kita di PON nanti menjadi pembuktian Ari, apakah dia bisa mengungguli petinju Kaltim itu,” ujarnya.

Sementara untuk Aldila dan Marnia, Simon berharap agar kedua petinju muda tersebut terus berupaya meningkatkan kemampuan, baik fisik maupun teknik. Keduanya meraih medali perunggu di Pra-PON lalu.

Di kelas Aldila dan Marnia, jauh lebih ketat dibanding kelas Ari Marsiana. Di kelas 48 kg, selain ada Aprilia Tombek (DKI Jakarta) yang mengalahkan Alida di Pra-PON, juga ada petinju pelatnas Beatrik Suguro (Kalsel). Sedangkan di kelas Marnia, bercokol petinju terbaik yang juga skuad pelatnas saat ini yakni Novita Sinadia (DKI Jakarta).

Khusus untuk Musa, Simon Legiman menilai kans-nya merebut medali emas sangat besar. Dia berharap para pelatih tinju Jateng nantinya bisa mengawal agar Musa bisa melanjutkan tren positif Pra-PON di PON 2016 kelak. ”Musa tampil sangat bagus di Pra-PON. Dari empat kali tampil, tiga di antaranya dia menang KO, sisa waktu mendatang harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kemampuan, kami dari pengurus juga akan berusaha keras termasuk memberikan gizi yang baik pada para petinju yang lolos ke PON,” katanya. (smu)