BISA DIANDALKAN: Musa Cahyadi, menjadi satu-satunya petinju Jateng yang meraih medali emas Pra-PON. Dia diharapkan mampu menjaga performanya dan merebut medali emas di PON 2016 mendatang. (IST)
BISA DIANDALKAN: Musa Cahyadi, menjadi satu-satunya petinju Jateng yang meraih medali emas Pra-PON. Dia diharapkan mampu menjaga performanya dan merebut medali emas di PON 2016 mendatang. (IST)
BISA DIANDALKAN: Musa Cahyadi, menjadi satu-satunya petinju Jateng yang meraih medali emas Pra-PON. Dia diharapkan mampu menjaga performanya dan merebut medali emas di PON 2016 mendatang. (IST)
BISA DIANDALKAN: Musa Cahyadi, menjadi satu-satunya petinju Jateng yang meraih medali emas Pra-PON. Dia diharapkan mampu menjaga performanya dan merebut medali emas di PON 2016 mendatang. (IST)

SEMARANG – Pengprov Pertina Jawa Tengah masih meyakini petinjunya mampu meraih medali emas pada PON XIX/2016 di Jabar mendatang. Harapan disematkan pada dua petinju andalannya yakni Musa Cahyadi dan Ari Marsiana.

Ketua Umum Pengprov Pertina Jateng Simon Legiman mengatakan, meski hanya meloloskan empat petinju dari 16 nomor yang dipertandingkan di PON XIX tersebut, namun Simon optimistis medali emas bisa diraih. “Memang dibutuhkan kerja ekstra keras, dari pengurus Pertina, pelatih serta petinju itu sendiri. Sebab persaingan di PON 2016 nanti akan sangat keras dan ketat,” tandas Simon.

Empat petinju Jateng yang lolos ke PON 2016 melalui Pra-PON yang berlangsung di Kupang, Oktober lalu, adalah Musa Cahyadi (49 kg), Ari Marsiana (64 kg putri), Aldila Eka S (48 kg putri) dan Marnia (51 kg putri). Simon mengatakan, tanpa mengesampingkan kemampuan Alida dan Marnia, namun kans Musa dan Ari Marsiana lebih besar. Meski untuk merebut medali emas harus melalui perjuangan berat.

Di kelas Musa Cahyadi, ada nama Kornelis Kwangu, petinju pelatnas asal Bali yang saat ini masih terbaik di kelas 49 kg. “Untuk lolos ke final, saya kira Musa mampu karena Musa peraih medali emas Pra-PON. Sekarang bagaimana dia mengatasi Kornelis Kwangu, menjadi tugas pelatih untuk memacu kemampuan Musa dan merancang strategi untuk menghadapi Kornelis Kwangu,” tegas Simon.