HARAPAN EMAS: Toni Syarifudin, masih terbaik di kelas BMX. (IST)
HARAPAN EMAS: Toni Syarifudin, masih terbaik di kelas BMX. (IST)
HARAPAN EMAS: Toni Syarifudin, masih terbaik di kelas BMX. (IST)
HARAPAN EMAS: Toni Syarifudin, masih terbaik di kelas BMX. (IST)

SEMARANG – Tim balap sepeda Jateng mendapat hasil yang kurang memuaskan di babak kualifikasi PON XIX September lalu. Di ajang tersebut total Jateng berada di peringkat ke empat dengan raihan 1 medali emas dan 2 perak.

Emas semata wayang Jateng disumbangkan oleh pembalap andalan mereka yaitu Tony Syarifudin di nomor BMX. Kemudian dua medali perak diraih oleh Khoiful Mukhib di nomor downhill putra dan Nining di downhill putri.

Atas raihan tersebut, Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) KONI Jateng untuk cabor balap sepeda, Seno Sudono mengatakan, melihat hasil Pra-PON maka di PON Jabar mendatang diakui Jateng memang hanya berharap kepada atlet-atlet mereka yang turun di nomor BMX serta downhill. Di nomor jalan raya dan velodrom, atlet balap sepeda Jateng memang ketinggalan.

Meskipun begitu, mantan pembalap nasional itu juga menegaskan, tidak menutup kemungkinan Jateng bakal berjada di dua kategori lainnya seperti road race dimana provinsi ini juga memiliki pembala-pembalap potensial. “Terutama untuk beregu Jateng harus tampil ngotot untuk memberi perlawanan provinsi lain yang memang spesialis di nomor tersebut seperti Jatim, Jogjakarta maupun tuan rumah Jabar,” sambung Seno Sudono.