DEBAT TERAKHIR: Tiga pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang saat debat publik putaran ketiga di Patra Jasa Semarang Convention Hotel (PJSCH), Jumat (4/12) tadi malam. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DEBAT TERAKHIR: Tiga pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang saat debat publik putaran ketiga di Patra Jasa Semarang Convention Hotel (PJSCH), Jumat (4/12) tadi malam. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Tiga pasangan calon (paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang kembali beradu program dalam debat publik putaran ketiga yang digelar di Patra Jasa Semarang Convention Hotel (PJSCH), Jumat (4/12) tadi malam. Debat putaran terakhir ini mengambil tema Problematika Kota Semarang. Masalah banjir, rob, serta reklamasi pesisir paling banyak dibahas, selain persoalan warisan budaya dan transportasi.

Debat dimoderatori Guru Besar Bidang Lingkungan Universitas Diponegoro (Undip) Semarang Prof Sudharto P Hadi. Pada sesi pertama, masing-masing paslon memaparkan program untuk mengatasi banjir sebagai masalah klasik yang hingga sekarang masih menghantui warga Kota Semarang.

Paslon nomor urut 1 Soemarmo HS-Zuber Safawi (Mazu) yang mendapat kesempatan pertama, memaparkan mengenai rencana pembangunan embung untuk menampung debit air dari atas maupun laut. Ada juga program normalisasi sungai, termasuk Banjir Kanal Timur untuk mengurangi risiko terjadinya banjir saat debit air hujan meninggi.