KUNJUNGAN KERJA : Wakil Ketua DPRD Batang H. Ahmad Fallas saat bertukar cinderamata dengan Kepala Dinas Perindagkop, Kabupaten Bangli I Nengah Sudibia. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KUNJUNGAN KERJA : Wakil Ketua DPRD Batang H. Ahmad Fallas saat bertukar cinderamata dengan Kepala Dinas Perindagkop, Kabupaten Bangli I Nengah Sudibia. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KUNJUNGAN KERJA : Wakil Ketua DPRD Batang H. Ahmad Fallas saat bertukar cinderamata dengan Kepala Dinas Perindagkop, Kabupaten Bangli I Nengah Sudibia. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KUNJUNGAN KERJA : Wakil Ketua DPRD Batang H. Ahmad Fallas saat bertukar cinderamata dengan Kepala Dinas Perindagkop, Kabupaten Bangli I Nengah Sudibia. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

BATANG – Banyaknya limbah bambu di Kabupaten Batang diharapkan bisa dimanfaatkan untuk mendatangkan pendapatan lebih kepada para perajin. Selama ini limbah bambu hanya digunakan sebagai kayu bakar.

Untuk dapat membantu perajin bambu yang tergabung dalam koperasi, akhir November lalu, Komisi C DPRD Kabupaten Batang melakukan kunjungan kerja ke Kabupateng Bangli, Provinsi Bali. Mereka study banding tentang pengelolaan limbah bambu yang dilakukan para perajin setempat.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM, Kabupaten Bangli, Bali, I Nengah Sudibia, mengungkapkan sebelumnya banyak limbah bambu yang tidak dipakai dan hanya digunakan untuk kayu bakar. Namun para perajin bambu tersebut dilatih membuat limbah bambu menjadi kerajinan patung asmat, serta patung lain yang ada di Bali.

Menurutnya saat ini justru limbah bambu tersebut mempunyai nilai jual lebih mahal, jika dibandingkan dengan produk asli bambu berupa kentongan atau angklung. “Dulunya hanya limbah tak berguna, kini menjadi produk unik yang paling dicari. Karena para pengrajin bambu telah dilatih, oleh para pematung dan pemahat profesional dari luar daerah, dan dari seniman lokal Bali sendiri,” ungkapnya saat menerima rombongan Komisi C DPRD Kabupaten Batang, pada 25 November.