Eksekusi Diwarnai Isak Tangis

306
PUTUSAN AKHIR: Juru sita Pengadilan Negeri Semarang saat melakukan eksekusi rumah Karsinah di Gajahmungkur, Kota Semarang. (Joko Susanto/Jawa Pos Radar Semarang)
PUTUSAN AKHIR: Juru sita Pengadilan Negeri Semarang saat melakukan eksekusi rumah Karsinah di Gajahmungkur, Kota Semarang. (Joko Susanto/Jawa Pos Radar Semarang)
PUTUSAN AKHIR: Juru sita Pengadilan Negeri Semarang saat melakukan eksekusi rumah Karsinah di Gajahmungkur, Kota Semarang. (Joko Susanto/Jawa Pos Radar Semarang)
PUTUSAN AKHIR: Juru sita Pengadilan Negeri Semarang saat melakukan eksekusi rumah Karsinah di Gajahmungkur, Kota Semarang. (Joko Susanto/Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG – Rumah seluas 72 meter persegi yang berada tepat di depan SDN Bendan Ngisor, Sampangan Gajahmungkur terpaksa harus direlakan penghuni pertamanya. Hal itu terjadi setelah Pengadilan Negeri (PN) Semarang melakukan eksekusi melalui juru sita didampingi polisi.

Sebelum upaya eksekusi tersebut berlangsung pada Rabu (2/12) lalu, perlawanan juga sempat dilakukan Karsinah, 60, selaku warga yang merasa tinggal di rumah tersebut pertama kali. Karsinah yang hanya seorang ibu rumah tangga beserta anak-anak dan cucunya terus melakukan perlawanan eksekusi terhadap pemohon eksekusi, Endang Eni Pujiastuti.

Namun demikian, upaya Karsinah dan keluarganya hanya berakhir sia-sia karena dirinya tetap harus meninggalkan rumah kesayanganya yang ditempati sejak 1985. Bahkan air matanya terus mengalir membasahi pipinya yang mulai keriput karena tak kuasa menahan pedihnya prosesi eksekusi tersebut. Keluarga tersebut hanya bisa menangis dan saling berpelukan mengemas barang yang bisa dibawa.