UNIK: Hasil karya Dadang Rumana yang dipamerkan di Semarang Art Galeri. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
UNIK: Hasil karya Dadang Rumana yang dipamerkan di Semarang Art Galeri. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
UNIK: Hasil karya Dadang Rumana yang dipamerkan di Semarang Art Galeri. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
UNIK: Hasil karya Dadang Rumana yang dipamerkan di Semarang Art Galeri. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Seni lukis tak sekadar menggoreskan tinta di atas selembar kanvas. Ada teknik-teknik lain melahirkan karya lukis yang tergolong unik. Seperti teknik tetes tinta yang dilakoni Dadang Rumana. Dia memamerkan lukisan-lukisan tetes itu di Semarang Art Gallery, Jalan Srigunting, Kota Lama Semarang selama satu bulan hingga 28 Desember mendatang.

Sebanyak 10 karya artistik tetes tinta yang disuguhkan di Semarang Art Gallery mampu menyedot para penikmat lukisan. Selain jarang ditemui, lukisan bergambar portrait dengan teknik tetes ini mampu memnyuguhkan gambar yang punya dimensi. Terancang dengan seksama hingga gambarnya nyaris seperti nyata.

Semua lukisan yang dipamerkan itu adalah hasil pemikiran Dadang selama sembilan bulan terakhir. Memanfaatkan kertas aquarel 300 gram, cat air, dan pensil lahirlah lukisan-lukisan unik ini. Sebut saja Portrait of Mrs Anna McNeill Whistler (tercipta dari 31.775 tetes), Portrait Camille Doncieux and Son (32.116 tetes), Portrait Mrs Radjem (27.027 tetes), Portrait of Jeanne Hebuterne (30.429 tetes), Portrait of Simonetta Cattaneo Vespucci (36.120 tetes), Portrait of Virginie Gautreau (33.600 tetes), Portrait of Louise Weber (28.200 tetes), Portrait of Valerie ”Wally” Neuzil (25,289 tetes), Portrait of Adele Bloch-Bauer (25,461 tetes), dan Portrait of Gala (37.800 tetes).