BERDUKA: Ayah korban, Umar (kedua dari kiri) bersama keluarga menunggui jasad anaknya di ruang jenazah RSUD Sunan Kalijaga Demak, Kamis (3/12) kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERDUKA: Ayah korban, Umar (kedua dari kiri) bersama keluarga menunggui jasad anaknya di ruang jenazah RSUD Sunan Kalijaga Demak, Kamis (3/12) kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

DEMAK – Kasus dugaan pembunuhan yang dialami mahasiswi Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo (bukan Unnes Semarang sebagaimana diberitakan sebelumnya, Red), Eka Jani Margawati, 25, warga RT 3 RW 6, Desa Cendono, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus hingga kemarin, masih menyisakan misteri. Polisi belum dapat memastikan apakah yang bersangkutan korban pembunuhan atau tabrak lari kecelakaan lalu lintas (lakalantas).

Sebab, hasil otopsi dokter dari Polda Jateng di RSUD Sunan Kalijaga Demak, korban mengalami luka lecet di bagian kaki sebelah kanan, tengkuk kanan memar, siku tangan lecet serta di paru-paru sedikit kemasukan air sungai. Sedangkan, sepeda motor korban Honda Scoopy nopol K 2895 R juga lecet-lecet di bagian kanan. Karena itu, selain ditangani tim Reskrim Polres Demak, kasus penemuan mayat tersebut juga ditangani Satlantas setempat.

Meski demikian, Kasatreskrim Polres Demak, AKP Phillip Samosir mengatakan, pihaknya tetap melakukan penyelidikan kasus penemuan mayat di wilayah Desa Wonoketingal Demak tersebut. ”Setelah diotopsi tim dokter Polda Jateng, korban mengalami luka benturan di beberapa bagian tubuhnya sebelah kanan. Di bagian kepala tidak ada bekas benda tumpul. Jadi, kami belum bisa memastikan penyebabnya. Meski begitu, kami sudah punya banyak data, termasuk bila korban meninggal akibat kecelakaan lalu lintas (lakalantas), termasuk tabrak lari atau kecelakaan tunggal,” ujar Kasatreskrim saat ditemui di ruang jenazah RSUD Sunan Kalijaga, kemarin.