MENGANGGUR: Bakori Andreas dkk saat ini masih harap-harap cemas menanti kepastian digelarnya kompetisi Divisi Utama. (BASKORO SEPTIADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MENGANGGUR: Bakori Andreas dkk saat ini masih harap-harap cemas menanti kepastian digelarnya kompetisi Divisi Utama. (BASKORO SEPTIADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MENGANGGUR: Bakori Andreas dkk saat ini masih harap-harap cemas menanti kepastian digelarnya kompetisi Divisi Utama. (BASKORO SEPTIADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MENGANGGUR: Bakori Andreas dkk saat ini masih harap-harap cemas menanti kepastian digelarnya kompetisi Divisi Utama. (BASKORO SEPTIADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Kompetisi sepak bola di Indonesia masih dirundung awan hitam. Hingga memasuki penghujung tahun 2015 kali ini kompetisi belum juga bergulir buntut dari konflik Kemenpora versus PSSI beberapa waktu lalu.

Selain kompetisi kasta tertinggi Indonesia Super League (ISL) kompetisi Divisi Utama hingga kini juga belum jelas kapan akan kembali digulirkan. Bahkan bulan Desember 2015 ini kompetisi sudah terhenti selama setahun lima hari.

Kmpetisi kasta kedua di Indonesia itu terakhir diputar pada musim 2015 lalu, dimana akhirnya tim Pusamania Borneo berhasil menyabet gelar juara setelah di laga final yang digelar di Stadion Gelora Delta Sidoarji 27 November 2015 Pusamania sukses menundukkan Persiwa Wamena 2-1.

Meskipun kompetisi sedang vakum, sebenarnya ada beberapa turnamen yang digelar untuk mengisi kekosongan agenda kompetisi. Hanya saja CEO PT Mahesa Jenar, AS Sukawijaya mengatakan, sasaran utama klub-klub termasuk PSIS Semarang tentusaja di kompetisi resmi yang memiliki tiga jenjang yaitu Liga Nusantara, Divisi Utama dan juga ISL.